Synology Raih Skor Hampir Sempurna di Gartner 2026, Ini Alasannya

Di negara seperti Indonesia yang sedang mempercepat transformasi digital, kebutuhan akan sistem perlindungan data yang kuat semakin mendesak.

Editor Denny
Kamis, 21 Mei 2026 09.42 WIB
Synology Raih Skor Hampir Sempurna di Gartner 2026, Ini Alasannya
Synology Gartner 2026 backup data

Bandar Lampung (Lampost.co) — Di tengah meningkatnya ancaman siber dan ledakan data digital, perusahaan tidak lagi hanya berlomba soal kecepatan teknologi, tetapi juga soal satu hal yang jauh lebih krusial: ketahanan data.

Di titik inilah nama Synology kembali mencuri perhatian setelah meraih skor 4,9 dari 5 dalam laporan Gartner Voice of the Customer 2026 untuk kategori Backup and Data Protection Platforms.

Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi sinyal bahwa arah pengelolaan data global sedang berubah.

Ketika Data Jadi Aset yang Paling Rentan

Di era digital saat ini, data bukan lagi sekadar file—melainkan aset utama bisnis. Namun semakin penting sebuah aset, semakin besar pula risiko yang mengintainya, terutama serangan ransomware yang terus berkembang.

Banyak organisasi kini tidak hanya takut kehilangan data, tetapi juga kehilangan akses terhadap data tersebut dalam waktu yang kritis.

ActiveProtect: Jawaban untuk Kompleksitas Baru

Di balik pencapaian Synology, ada satu nama yang terus disebut: Synology ActiveProtect.

Solusi ini dirancang untuk menyederhanakan sistem backup yang selama ini tersebar dan rumit menjadi satu platform terpusat yang lebih mudah dikelola.

Pendekatannya bukan hanya menyimpan data, tetapi memastikan data tetap bisa dipulihkan dengan cepat dan akurat saat terjadi insiden.

Dukungan Pengguna yang Sangat Tinggi

Dalam laporan tersebut, sekitar 98% pemimpin IT menyatakan bersedia merekomendasikan solusi Synology. Angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap kemampuan sistem mereka dalam menjaga keberlangsungan data.

Lebih dari 31 juta workload perusahaan di seluruh dunia juga telah terlindungi melalui teknologi Synology, memperkuat posisinya sebagai pemain penting di industri data protection global.

Pergeseran Cara Pandang Backup Data

Salah satu perubahan paling penting dalam dunia IT modern adalah cara memandang backup.

Dulu, memiliki salinan data sudah dianggap cukup. Namun kini, hal itu tidak lagi memadai.

Fokus baru bergeser pada satu pertanyaan penting: seberapa cepat data bisa dipulihkan tanpa kerusakan atau kehilangan integritas?

Hal ini menjadi sangat penting bagi sektor seperti keuangan, pemerintahan, manufaktur, hingga layanan publik yang tidak boleh mengalami downtime panjang.

Strategi 3-2-1-1-0: Standar Baru Keamanan Data

Untuk menjawab tantangan tersebut, Synology mendorong penerapan strategi Backup 3-2-1-1-0, sebuah pendekatan yang kini mulai menjadi standar industri.

Intinya sederhana tetapi kuat:

  • 3 salinan data
  • 2 jenis media penyimpanan berbeda
  • 1 salinan di lokasi terpisah
  • 1 salinan offline atau tidak dapat diubah
  • 0 error dalam proses pemulihan (diverifikasi secara rutin)

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada penyimpanan, tetapi juga memastikan kesiapan pemulihan saat krisis benar-benar terjadi.

Indonesia dan Tantangan Perlindungan Data

Di negara seperti Indonesia yang sedang mempercepat transformasi digital, kebutuhan akan sistem perlindungan data yang kuat semakin mendesak.

Ketergantungan pada sistem digital membuat gangguan kecil saja bisa berdampak besar terhadap operasional bisnis dan layanan publik.

Karena itu, pendekatan seperti yang ditawarkan Synology menjadi semakin relevan.

Kesimpulan

Pencapaian Synology dalam laporan Gartner 2026 menunjukkan bahwa industri teknologi tidak lagi hanya menilai dari fitur, tetapi dari keandalan dalam situasi nyata.

Di era di mana serangan siber semakin canggih dan data menjadi pusat segalanya, kemampuan untuk menjaga, melindungi, dan memulihkan data menjadi nilai utama.

Dan dari situ, Synology menempatkan dirinya bukan hanya sebagai penyedia teknologi, tetapi sebagai penjaga stabilitas digital modern.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI