• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 28/02/2026 00:02
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Tren Pusat Data 2025: AI, Energi Alternatif, dan Keamanan Siber yang Lebih Canggih

Denny ZYbyDenny ZY
04/12/24 - 16:53
in Teknologi
A A
Tren Pusat Data 2025, AI, Energi Alternatif, Keamanan Siber

Ilustrasi. (Medcom)

Jakarta (Lampost.co) — AI terus membentuk kembali industri pusat data. Hal ini menjadi sebuah realita yang terlihat dalam tren pusat data 2025 yang diprediksi oleh Vertiv, yang merupakan penyedia global untuk infrastruktur digital yang sangat vital dan solusi kontinuitas.

Para pakar Vertiv memperkirakan akan terjadi peningkatan dalam inovasi dan integrasi di industri untuk mendukung komputasi dengan densitas tinggi, pengawasan terhadap regulasi seputar AI, serta meningkatnya fokus pada upaya keberlanjutan dan keamanan siber.

“Para pakar kami secara tepat mengidentifikasi meluasnya penggunaan AI dan adanya kebutuhan untuk bertransisi ke strategi pendingin dengan zat cair dan udara (liquid-and-air-cooling) yang lebih kompleks sebagai tren tahun 2024, dan aktivitas di bidang tersebut diperkirakan akan semakin meningkat dan berkembang pada tahun 2025,” kata Vertiv CEO Giordano (Gio) Albertazzi.

Baca juga: Serius Perkuat Keamanan Pusat Data Nasional

“Karena AI saat ini semakin meningkatkan densitas rak menjadi tiga dan empat digit KW, kebutuhan akan solusi-solusi mutakhir dan skalabel untuk menghidupkan serta mendinginkan rak-rak tersebut, kebutuhan untuk meminimalkan dampak lingkungan mereka dan memberdayakan AI Factories yang sedang berkembang, telah meningkat secara luar biasa. Kami memperkirakan terjadinya kemajuan yang signifikan dalam hal-hal tersebut pada tahun 2025, dan para pelanggan kami membutuhkannya.”

Tren tahun 2025 yang kemungkinan besar akan muncul di seluruh industri pusat data, menurut para pakar Vertiv:

 

Inovasi infrastruktur daya dan pendinginan untuk mengimbangi densifikasi komputasi

Pada tahun 2025, dampak dari beban kerja pada komputasi yang intens akan semakin besar, di mana industri akan menghadapi perubahan tiba-tiba tersebut dengan berbagai cara. Komputasi mutakhir akan beralih dari CPU ke GPU untuk memanfaatkan daya komputasi paralel GPU dan titik desain termal yang lebih tinggi dari chip modern.

Cara ini semakin membebani sistem daya dan pendingin yang sudah ada, dan mendorong operator pusat data untuk beralih ke solusi pendingin cold-plate dan pendingin imersi yang menghilangkan panas di rak. Pusat data enterprise akan mengalami dampak dari tren ini, seiring dengan penggunaan AI yang meluas melebihi penyedia cloud dan colocation awal.

Rak AI akan membutuhkan sistem UPS, baterai, alat pendistribusi daya dan switchgear dengan densitas listrik yang lebih tinggi untuk mengatasi beban AI yang bisa berfluktuasi dari 10% idle ke 150% overload dengan cepat.

Sistem pendingin hybrid, dengan konfigurasi liquid-to-liquid, liquid-to-air dan liquid-to-refrigerant akan berkembang dalam model-model yang dipasang di rak, di perimeter, dan kabinet row-based yang bisa diterapkan dalam aplikasi-aplikasi brown/greenfield.

Sistem liquid-cooling akan semakin banyak dipasangkan dengan sistem UPS khusus dengan densitas tinggi untuk menghasilkan operasional yang terus-menerus.

Server akan lebih diintegrasikan dengan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukungnya, termasuk liquid-cooling yang terintegrasi dengan factory, yang pada akhirnya membuat proses manufaktur dan perakitan menjadi lebih efisien, lebih cepat dalam penerapannya, hanya butuh sedikit perlengkapan, dan menghasilkan efisiensi energi sistem yang semakin besar.

Pusat data memprioritaskan tantangan ketersediaan energi: Jaringan yang terlalu besar dan permintaan listrik yang meroket mengubah cara pusat data mengonsumsi listrik. Di dunia, pusat data menghabiskan rata-rata 1-2% listrik dunia, namun AI telah meningkatkan konsumsi energi menjadi sebesar 3-4% hingga tahun 2030.

Konsumsi energi yang diperkirakan akan meningkat ini mungkin akan membutuhkan jaringan listrik yang tidak bisa dipenuhi oleh banyak utilitas, sehingga menarik perhatian dari pemerintahan di seluruh dunia untuk kemudian menetapkan regulasi terkait hal itu – termasuk potensi pembatasan pembangunan pusat data dan penggunaan energi – serta lonjakan biaya dan emisi karbon yang harus dikontrol oleh perusahaan. Tekanan ini memaksa perusahaan-perusahaan untuk memprioritaskan efisiensi energi dan keberlanjutan bahkan lebih dari yang mereka lakukan di masa lalu.

Pada 2024, Vertiv memprediksi tren menuju energi alternatif dan penggunaan microgrid, dan di tahun 2025 kita akan melihat akselerasi pada tren ini, dengan adanya upaya nyata untuk memprioritaskan dan mencari solusi yang hemat energi dan energi alternatif yang merupakan hal baru di bidang ini. Fuel cell dan bahan kimia baterai alternatif semakin tersedia untuk memberikan opsi energi microgrid.

Dalam jangka panjang, sejumlah perusahaan mengembangkan reaktor modular kecil (small modular reactors) untuk pusat data dan konsumen-konsumen lain yang membutuhkan energi besar. Reaktor jenis ini diperkirakan akan mulai tersedia pada akhir dekade ini. Kemajuan di bidang ini patut diamati pada tahun 2025.

 

Para pemain industri berkolaborasi untuk mendorong pengembangan AI Factory

Kepadatan rata-rata (densitas) rak terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, namun untuk industri yang mendukung densitas rata-rata sebesar 8,2kW pada tahun 2020, prediksi bahwa rak AI Factory akan mencapai 500 hingga 1000kW atau lebih tinggi akan segera menyebabkan disrupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Akibat dari perubahan pesat ini, para pengembang chip, pelanggan, produsen infrastruktur daya dan pendinginan, utilitas dan pemangku kepentingan industri lain akan semakin banyak berkolaborasi untuk mengembangkan dan mendukung peta jalan yang transparan untuk mengadopsi AI.

Kolaborasi ini meluas ke tools pengembangan yang didukung AI untuk mempercepat perancangan dan produksi untuk desain yang standar maupun yang kustom. Pada tahun depan para produsen chip, desainer infrastruktur, dan pelanggan akan semakin banyak berkolaborasi dan bergerak ke arah kemitraan manufaktur yang memungkinkan integrasi sesungguhnya dari IT dan infrastruktur.

 

AI membuat keamanan siber lebih sulit – dan juga lebih mudah

Meningkatnya frekuensi dan kerusakan yang disebabkan oleh serangan ransomware mendorong adanya perhatian baru yang  lebih menyeluruh terhadap proses-proses keamanan siber dan peran yang dimainkan oleh komunitas pusat data dalam mencegah serangan tersebut.

Sepertiga dari semua serangan tahun lalu melibatkan beberapa bentuk ransomware atau pemerasan, dan para pelaku kejahatan saat ini memanfaatkan tool AI untuk meningkatkan serangan, memperluas jangkauan, dan melakukan pendekatan yang lebih canggih.

Semakin banyak serangan dimulai dengan peretasan berbasis AI ke dalam sistem kendali, perangkat yang dibenamkan atau hardware terhubung dan sistem infrastruktur yang tidak selalu dirancang dengan keamanan yang sama kuatnya dengan keamanan komponen jaringan lain. Tanpa ketelitian yang memadai, bahkan pusat data yang paling canggih pun bisa dibuat tidak berguna.

Ketika penjahat siber terus memanfaatkan AI untuk meningkatkan frekuensi serangan, para pakar keamanan siber, administrator jaringan, dan operator pusat data juga harus mengimbangi dengan mengembangkan teknologi keamanan AI yang canggih mereka. Meskipun fundamental dan praktik terbaik pertahanan tidak berubah dalam hal kedalaman dan ketelitiannya yang ekstrem, situasi, sumber, dan frekuensi serangan yang berubah telah menambah nuansa baru ke dalam upaya keamanan siber modern.

 

Pemerintah dan regulator industri menangani aplikasi AI dan penggunaan energi

Apabila prediksi tahun 2023 kami berfokus pada regulasi pemerintah untuk pemanfaatan energi, maka pada tahun 2025, kami memperkirakan adanya potensi regulasi yang akan semakin berusaha untuk menjawab penggunaan AI itu sendiri.

Pemerintah dan regulator-regulator di berbagai belahan dunia sedang berlomba untuk melakukan penilaian terhadap implikasi AI dan mengembangkan tata kelola untuk penggunaannya. Tren menuju kedaulatan AI – pengendalian atau pengaruh negara terhadap pengembangan, penggunaan, dan regulasi AI serta kerangka regulasi yang dirancang untuk mengelola AI – adalah fokus dari Artificial Intelligence Act di Uni Eropa serta Cybersecurity Law (CSL) dan AI Safety Governance Framework di China).

Denmark baru- baru ini meresmikan superkomputer AI berdaulat miliknya, dan banyak negara lain sudah menjalankan proyek AI berdaulat dan proses legislatif mereka untuk semakin memperkuat kerangka regulasi, yang memberi indikasi akan arah tren tersebut. Beberapa bentuk panduan tidak bisa dihindari, dan pembatasan mungkin diterapkan, meskipun belum bisa dipastikan.

Langkah-langkah pertama akan difokuskan pada pengaplikasian teknologi tersebut, namun ketika fokus pada konsumsi energi, air, dan emisi gas rumah kaca semakin meningkat, maka regulasi bisa meluas ke jenis-jenis aplikasi AI dan konsumsi sumber daya pada pusat data. Pada 2025, tata kelola akan semakin bersifat lokal atau regional bukan lagi global, sementara konsistensi dan kekuatan penegakannya akan bervariasi.

“Pengadopsian AI berlangsung cepat di seluruh kawasan Asia Pasifik, di mana perusahaan-perusahaan di Singapura, Malaysia dan Australia berada di barisan terdepan dalam pemanfaatan AI untuk transformasi, membuka level baru efisiensi, meningkatkan pengalaman pelanggan dan memecahkan tantangan kompleks dengan gesit.”

“Berdasarkan prediksi tren dari kami untuk tahun 2025, terdapat kebutuhan yang besar untuk berinvestasi pada infrastruktur digital yang hemat energi dan inovatif guna membuka potensi penuh AI,” kata Paul Churchill, vice president dan general manager, Vertiv Asia.

Tags: aaiEnergi Alternatifkeamanan siberTEKNOLOGITren Pusat Data 2025
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

pajak gim 2026

Polemik Pajak Gim Digital 2026: DJP Klarifikasi Aturan, CEO Agate Desak Insentif Fiskal

byDenny ZY
26/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Protes keras yang dilayangkan CEO Toge Productions terkait beban pajak dan regulasi yang menghimpit pengembang gim...

Resident Evil Requiem

Hubungan Resident Evil Village dan RE Requiem Penjelasan Sebelum Main RE9

byDenny ZY
26/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menjelang peluncuran global Resident Evil Requiem yang dijadwalkan besok, 27 Februari 2026, para penggemar kembali menoleh...

Cabal Fest 2026 Thailand

Cabal Fest Thailand Mei 2026 Jadi Puncak Perayaan Komunitas MMORPG Terbesar di Asia Tenggara

byDenny ZY
26/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dunia gaming Asia Tenggara tengah bersiap menyambut salah satu gelaran komunitas terbesar tahun ini. Cabal Fest...

Berita Terbaru

Aparat kepolisian melakukan razia terhadap remaja yang melakukan balap liar dan perang sarung pada malam hari. Dok/Lampost.co
Hukum

Ramadan Aman, Polresta Bandar Lampung Intensifkan Pengawasan Perang Sarung

byAdi Sunaryo
27/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)– Polresta Bandar Lampung memperketat patroli malam selama Ramadan untuk mengantisipasi potensi perang sarung yang melibatkan remaja. Kapolresta...

Read moreDetails
Eva Dwiana Instruksikan Satgas Aktif Cegah Perang Sarung Selama Ramadan

Eva Dwiana Instruksikan Satgas Aktif Cegah Perang Sarung Selama Ramadan

27/02/2026
Aparat kepolisian melakukan razia malam hari. Dok/Antara

Polresta Bandar Lampung Tingkatkan Patroli Malam Cegah Perang Sarung

27/02/2026
Umumkan Solar Habis, Namun Anggota DPRD Lampung Temukan Stok 6.000 Liter di SPBU Seputih Jaya

Umumkan Solar Habis, Namun Anggota DPRD Lampung Temukan Stok 6.000 Liter di SPBU Seputih Jaya

27/02/2026
Jadwal imsakiyah Ramadan 1446 Hijriah untuk wilayah Lampung dan sekitarnya. Dok/Lampost.co

Jadwal Imsak, Buka Puasa, dan Salat Lengkap Wilayah Tulang Bawang Selama Ramadan 1447 H/2026 M

27/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.