Xbox Tiba-Tiba Stop AI Copilot, Strategi Baru Microsoft Mulai Terbongkar?

Dalam pernyataannya, Asha Sharma mengatakan Xbox ingin bergerak lebih cepat dan kembali fokus memperkuat hubungan dengan komunitas gamer serta pengembang game.

Editor Denny
Kamis, 07 Mei 2026 13.30 WIB
Xbox Tiba-Tiba Stop AI Copilot, Strategi Baru Microsoft Mulai Terbongkar?
xbox stop ai copilot

Bandar Lampung (Lampost.co) — Keputusan mengejutkan datang dari divisi gaming Xbox. Setelah sempat dipromosikan sebagai masa depan pendamping gamer berbasis AI, Microsoft kini resmi menghentikan pengembangan fitur Gaming Copilot untuk konsol Xbox.

Tak hanya itu, layanan AI tersebut juga mulai ditarik perlahan dari aplikasi mobile Xbox.

Langkah ini diumumkan langsung oleh CEO baru Xbox, Asha Sharma, yang menggantikan Phil Spencer sejak Februari lalu.

Keputusan tersebut langsung memicu tanda tanya besar di kalangan gamer. Hal ini terjadi karena sebelumnya Microsoft terlihat sangat agresif mendorong integrasi AI ke dunia gaming.

AI Copilot Xbox Awalnya Sangat Ambisius

Sebelum dihentikan, Gaming Copilot sempat digadang-gadang sebagai asisten pintar untuk gamer.

Fitur ini dirancang mampu memberikan tips real-time, panduan permainan, rekomendasi game, hingga bantuan langsung saat pemain sedang bermain.

Microsoft bahkan sebelumnya berencana menghadirkan Copilot ke konsol Xbox generasi saat ini. Rencana itu muncul setelah lebih dulu diuji di aplikasi mobile, Windows 11 Game Bar, dan perangkat handheld seperti ROG Ally.

Saat diperkenalkan di Game Developers Conference beberapa waktu lalu, proyek AI ini terlihat menjadi salah satu fokus besar Xbox. Hal ini diarahkan untuk masa depan gaming modern.

Xbox Kini Pilih Fokus ke Strategi Baru

Namun arah tersebut kini berubah drastis.

Dalam pernyataannya, Asha Sharma mengatakan Xbox ingin bergerak lebih cepat. Selain itu, Xbox ingin kembali fokus memperkuat hubungan dengan komunitas gamer serta pengembang game.

Karena itu, fitur-fitur yang dianggap tidak sejalan dengan strategi baru perusahaan mulai dipangkas, termasuk Gaming Copilot.

Keputusan ini menandai perubahan besar di era kepemimpinan baru Xbox.

Persiapan Konsol Baru Jadi Prioritas

Banyak analis menilai penghentian AI Copilot kemungkinan berkaitan dengan fokus Microsoft terhadap pengembangan konsol generasi berikutnya.

Xbox saat ini disebut tengah menyiapkan proyek konsol baru dengan nama kode “Project Helix”.

Microsoft tampaknya ingin memusatkan sumber daya ke pengembangan hardware, ekosistem gaming, dan layanan utama. Hal ini dibanding mempertahankan fitur AI yang belum tentu dipakai luas oleh gamer.

Meski AI sedang menjadi tren besar di industri teknologi, dunia gaming ternyata belum sepenuhnya siap menerima asisten virtual. Asisten virtual ini sebagai bagian penting pengalaman bermain.

Gamer Terbelah Soal AI di Dunia Gaming

Sejak pertama diumumkan, respons gamer terhadap Gaming Copilot memang cukup beragam.

Sebagian menganggap fitur AI pendamping bisa membantu pemain kasual memahami game lebih cepat. Namun tidak sedikit pula yang merasa fitur semacam itu justru mengurangi tantangan dan pengalaman alami bermain game.

Kekhawatiran lain juga muncul soal privasi, penggunaan data, hingga potensi AI terlalu ikut campur dalam gameplay.

Karena itu, langkah Xbox menghentikan proyek ini justru dianggap sebagian gamer sebagai keputusan yang tepat.

Era AI Gaming Belum Berakhir

Walau Copilot dihentikan di Xbox dan mobile, bukan berarti Microsoft sepenuhnya meninggalkan AI di industri game.

Perusahaan masih memiliki banyak proyek AI lain yang kemungkinan tetap dikembangkan untuk kebutuhan cloud gaming, pengembangan game, hingga sistem rekomendasi.

Namun untuk sekarang, Xbox tampaknya memilih kembali fokus pada hal yang paling penting bagi gamer. Hal penting tersebut yaitu game, performa, dan ekosistem konsol mereka sendiri.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI