KI Way Kanan Dikebut 2027, Lampung Pacu Hilirisasi

Gubernur mengungkapkan keberadaan infrastruktur pendukung dan kesiapan ekosistem menjadi alasan utama mendorong pengerjaan KI Way Kanan lebih cepat.

Editor Isnovan Djamaludin, Penulis Antaranews
Sabtu, 02 Mei 2026 17.20 WIB
KI Way Kanan Dikebut 2027, Lampung Pacu Hilirisasi
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberi keterangan. Foto: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandar Lampung (Lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung terus memacu transformasi ekonomi dari berbasis komoditas mentah menjadi berbasis industri nilai tambah. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan proyeksi pengerjaan Kawasan Industri (KI) Way Kanan secara masif mulai tahun 2027. Langkah ini sebagai strategi prioritas untuk memperkuat struktur ekonomi di wilayah Sumatra bagian selatan (Sumbagsel).

Dalam keterangannya di Bandar Lampung, Jumat (1/5/2026), Gubernur mengungkapkan keberadaan infrastruktur pendukung dan kesiapan ekosistem menjadi alasan utama mendorong pengerjaan KI Way Kanan lebih cepat. Gubernur berharap pengembangan ini mampu menyerap potensi komoditas lokal yang selama ini belum tergarap maksimal secara industri.

Kehadiran ‘Anchor Tenant’ Jadi Kunci Percepatan

Berbeda dengan kawasan industri lainnya yang masih dalam tahap studi, KI Way Kanan menunjukkan progres yang lebih maju. Gubernur menyebutkan kawasan ini sudah memiliki anchor tenant atau perusahaan manufaktur besar yang akan menjadi penggerak utama ekosistem industri di sana.

Baca juga: Hilirisasi Digenjot, Lampung Siapkan 4 Kawasan Industri

“Kawasan Industri Way Kanan 2027 segera mulai pengerjaannya karena sudah ada anchor tenant yang menopang ekosistem sehingga bisa cepat ditangani. Meski saat ini belum berstatus kawasan ekonomi khusus (KEK), kami terus mendorong ke arah sana agar insentif bagi investor makin menarik,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Pengembangan KI Way Kanan sendiri akan berlangsung di atas lahan seluas 4.500 hektare dengan fokus utama pada industri berbasis agro. Hal ini selaras dengan potensi perkebunan dan pertanian yang melimpah di Kabupaten Way Kanan.

Menutup Celah Hilirisasi Senilai Rp120 Triliun

Urgensi pembangunan kawasan industri di Lampung berdasarkan data bahwa kontribusi sektor industri terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Lampung baru menyentuh angka 18 persen. Angka ini masih rendah mengingat potensi kekayaan alam Lampung yang sangat besar.

Gubernur memaparkan fakta menarik terkait nilai komoditas lokal Lampung yang mencapai Rp150 triliun. Namun, dari nilai tersebut, baru sekitar Rp30 triliun yang telah melalui proses hilirisasi. Artinya, terdapat potensi ekonomi sebesar Rp120 triliun yang masih keluar dari Lampung dalam bentuk bahan mentah tanpa nilai tambah.

“Adanya kawasan industri ini akan membantu proses hilirisasi. Kita punya keunggulan infrastruktur pelabuhan yang sangat strategis di Sumbagsel untuk mendukung akses ekspor hasil industri tersebut ke pasar global,” ujarnya.

Peta Sebaran Lima Kawasan Industri Strategis

Selain Way Kanan, Pemprov Lampung juga tengah mematangkan empat kawasan industri lainnya dengan spesialisasi yang berbeda-beda guna menciptakan pemerataan ekonomi:

  1. Kawasan Industri Rejosari (4.000 Ha): Terletak di Natar (Lampung Selatan) dan Negerikaton (Pesawaran), diproyeksikan menjadi pusat agroindustri terpadu.
  2. Kawasan Industri Tanggamus (1.200 Ha): Berfokus pada industri berbasis maritim dan perkapalan.
  3. Kawasan Industri Katibung (300 Ha): Peruntukannya sebagai pusat industri migas dan petrokimia di Lampung Selatan.
  4. KAIL II Tanjungbintang (127 Ha): Berfokus pada pembangunan industri manufaktur di wilayah penyangga ibu kota.

Saat ini, tiga dari lima kawasan tersebut sedang menjalani studi kelayakan (feasibility study). Sedangkan satu kawasan lainnya telah berhasil menggaet investor potensial. Dengan percepatan ini, Lampung bersiap bertransformasi menjadi pusat kekuatan industri baru di Pulau Sumatra.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI