Jakarta (Lampost.co) — Presiden Prabowo Subianto akan berpidato dalam Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2025. Dalam forum internasional tersebut, Presiden akan menyinggung isu Palestina, keamanan global, hingga reformasi sistem multilateral.
Poin Penting:
-
Isu Palestina jadi topik utama dalam pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang umum ke-80 PBB.
-
Harapan, pidato Presiden Prabowo membawa pesan strategis dan kuat dalam mendukung Palestina.
-
Dukungan Indonesia di Sidang PBB diharapkan gerakkan solidaritas dunia.
Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum ke-80 PBB 2025 sebagai momentum penting. Dunia menantikan suara Indonesia terkait krisis Palestina yang belum kunjung usai. Dukungan dari negara besar seperti Indonesia diharapkan mampu memperkuat perjuangan rakyat Palestina di kancah diplomasi global.
Harapan Dukungan untuk Palestina
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyebut pidato Presiden Prabowo harus lebih strategis dan membawa pesan kuat. Ia menekankan forum Sidang Majelis Umum PBB merupakan panggung utama yang akan memengaruhi kebijakan banyak negara.
Baca juga: Sidang Umum ke-80 PBB Momentum Indonesia Lebih Vokal Dukung Palestina
“Saya berpesan Presiden Prabowo jangan sekadar mengulang pernyataan umum tentang Palestina. Pidato di Sidang PBB harus lebih maju, membawa pesan yang memengaruhi kepala negara lain,” ujar Din di Jakarta Selatan, Jumat, 19 September 2025.
Menurut Din, Presiden Prabowo memikul tanggung jawab besar sebagai kepala negara dengan pengaruh regional. Karena itu, ia mendorong agar isu Palestina menjadi prioritas utama dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB.
Momentum Penting bagi Indonesia
Pidato Prabowo di Sidang PBB 2025 tidak hanya menyoroti Palestina. Presiden juga akan membahas dinamika keamanan internasional, ketidaksetaraan global, hingga kebutuhan reformasi multilateral. Namun, isu Palestina tetap menjadi titik krusial yang menyedot perhatian dunia.
Din juga menegaskan Indonesia harus memanfaatkan forum ini untuk memperkuat diplomasi. “Sebagai bangsa besar, kita titipkan pesan agar Presiden berbicara lantang tentang Palestina. Dunia perlu mendengar komitmen Indonesia terhadap keadilan,” ujarnya.
Diplomasi Indonesia di Sidang PBB
Sejak lama, Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Dukungan itu tercermin dalam berbagai forum internasional, termasuk Sidang Majelis Umum PBB. Kini, Prabowo membawa tanggung jawab melanjutkan tradisi diplomasi tersebut di hadapan para pemimpin dunia.
Harapannya, Prabowo tidak hanya menegaskan dukungan moral, tetapi juga mendorong langkah konkret. Diplomasi Indonesia dengan harapan bisa menggerakkan negara lain agar lebih aktif mendukung Palestina, baik melalui resolusi, bantuan kemanusiaan, maupun tekanan politik terhadap Israel.








