pelatihan julehaBandar Lampung Lampost.co) — Upaya memperkuat ekosistem halal Indonesia terus berlanjut. Kali ini, langkah strategis melalui pelatihan juru sembelih halal (juleha) berbasis kompetensi tahun 2025 yang berlangsung di Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Minggu, 2 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat halal dunia, sejalan dengan misi besar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Poin Penting:
-
Pelatihan fokus pada peningkatan kompetensi juru sembelih halal dan sertifikasi resmi.
-
Bagian dari strategi menjadikan Indonesia pusat halal dunia.
-
Kegiatan sebagai tonggak penting membangun generasi juru sembelih halal yang profesional, beretika, dan berdaya saing global.
Indonesia Harus Jadi Pemimpin Ekosistem Halal Dunia
Sekretaris Utama BPJPH RI, Dr. H. Muhammad Aqil Irham, membuka pelatih yang pesertanya berjumlah 94 orang dari berbagai kabupaten di Lampung. Dalam sambutannya, ia menegaskan profesi juru sembelih halal bersertifikat berperan penting menjaga kehalalan produk yang beredar di masyarakat.
“Juru sembelih halal adalah garda terdepan dalam menjamin kehalalan produk. Kompetensi dan sertifikasi menjadi keharusan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia,” ujar Dr. Aqil Irham.
Baca juga: Juleha Bandar Lampung dan PT Zitline Bagikan 200 Paket Kurban
Menurutnya, penguatan standar kompetensi juleha menjadi bagian dari sistem jaminan produk halal nasional yang dunia internasional akui. Ia juga mendorong perguruan tinggi, seperti Universitas Lampung, untuk terus berperan aktif mendukung literasi halal.
Padukan Teori dan Praktik Lapangan
Mengawali kegiatan pelatihan julehayang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB itu dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Juleha secara khidmat. Suasana penuh semangat terasa sejak awal, mencerminkan antusiasme peserta untuk mendalami ilmu penyembelihan halal.
Sementara itu, Ketua DPW Juleha Proinsi Lampung, Saluddin, S.H., M.Si., menjelaskan pelatihan tidak hanya mengajarkan teknik penyembelihan, tetapi juga memastikan seluruh proses sesuai syariat Islam dan standar kompetensi nasional. “Juleha memiliki peran vital. Kita tidak hanya bicara soal sembelih, tapi juga memastikan prosesnya sesuai syariat dan standar halal yang sesuai ketentuan BPJPH,” ujarnya.
Kolaborasi Juleha dan Universitas Lampung
Sementara dukungan terhadap pelatihan juleha datang dari DPD Juleha Bandar Lampung, Fakultas Pertanian Universitas Lampung, serta sejumlah sponsor, seperti Zitline. Ketua DPD Juleha Bandar Lampung, Abd. Arvan, S.T., M.Pd., bersama ketua pelaksana Drs. H. Komari Bakri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berterima kasih kepada Universitas Lampung dan seluruh sponsor yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan Juleha 2025. Kolaborasi ini bukti nyata semangat Lampung mendukung ekosistem halal nasional,” ujar Komari.
Para peserta mendapat pembekalan teori dari pemateri berpengalaman, di antaranya Ust. Maulana Isnain, Lc., M.A., drh. Purnomo Edy S., M.Si., Cak H. Nanot M., dan T.B. H. Mohammad Nur.
Dari Teori hingga Aksi Nyata di Lapangan
Selain itu, memasuki sesi sore, peserta pelatihan juleha mengikuti praktik penyembelihan halal hewan sapi dan ayam di bawah bimbingan instruktur bersertifikat. Praktik tersebut menjadi ajang penting menguji pemahaman teori sekaligus melatih keterampilan langsung di lapangan.
Melalui metode pembelajaran terintegrasi, harapannya pelatihan melahirkan juru sembelih halal profesional yang siap mendukung industri halal di Lampung dan Indonesia.








