Bandar Lampung (Lampost.co) — Kebijakan Federal Reserve memangkas suku bunga kembali memicu lonjakan harga emas dunia. Dampaknya langsung terasa di dalam negeri melalui kenaikan harga emas batangan Antam.
Harga emas global melonjak setelah The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Langkah itu menekan dolar Amerika Serikat dan mendorong investor memburu aset lindung nilai.
Lonjakan harga emas dunia ikut mengerek nilai emas Antam di pasar domestik. Kenaikan itu mencerminkan transmisi langsung sentimen global ke pasar emas Indonesia.
Emas batangan Antam ukuran 1 gram terus bergerak mengikuti tren penguatan emas spot internasional. Permintaan meningkat seiring ekspektasi suku bunga rendah bertahan lebih lama.
Pelaku pasar menilai kebijakan moneter longgar memberi ruang emas terus menguat. Investor ritel di Indonesia mulai meningkatkan akumulasi emas fisik sebagai pelindung nilai.
Selain emas, reli perak global turut memperkuat sentimen positif logam mulia. Kondisi itu membuat emas Antam tetap menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Analis menilai tekanan inflasi Amerika Serikat yang belum sepenuhnya mereda memperkuat daya tarik emas. Suku bunga rendah membuat biaya peluang memegang emas semakin kecil.
Di dalam negeri, emas Antam tetap menjadi pilihan utama karena faktor likuiditas dan jaminan keaslian. Pergerakan harga Antam umumnya mengikuti emas dunia dengan penyesuaian kurs rupiah.
Jika dolar AS terus melemah, harga emas Antam berpotensi melanjutkan tren kenaikan. Namun, investor tetap perlu mencermati arah kebijakan The Fed selanjutnya.








