Bandar Lampung (Lampost.co): Rerata nilai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa di Lampung berada pada level rendah, terutama pada mata pelajaran Matematika dengan nilai 34,63 dan Bahasa Inggris sebesar 22,43. Banyak siswa juga mencatat nilai dalam kategori kurang.
Pakar Pendidikan Universitas Lampung, Prof. Undang Rosidin, menilai kondisi tersebut muncul karena sebagian besar pengajar jarang melatih asesmen terstandar untuk mengukur penguasaan konsep inti dan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada sejumlah mata pelajaran.
Ia menyebutkan bahwa guru selama ini terbiasa menyajikan soal asesmen pada level C1 atau hafalan. Hanya sedikit guru yang menyajikan materi dan soal pada level pemahaman hingga Higher Order Thinking Skills (HOTS).
“Guru hanya terbiasa menyajikan soal asesmen pada level C1 (hapalan/ingatan), sedikit C2 (pemahaman) dan C3 (penerapan), terlebih lagi C4, C5, dan C6 yang berada pada level Higher Order Thinking Skills (HOTS),” ungkapnya, Minggu, 28 Desember 2025.
Undang menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA menggunakan asesmen terstandar untuk mengukur penguasaan konsep inti. Ia menegaskan bahwa TKA juga menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS pada beberapa mata pelajaran tertentu.
Ia menambahkan bahwa soal-soal TKA menitikberatkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti verbal, numerik, logika, dan spasial. Sementara itu, proses pembelajaran yang diterima peserta didik masih berada pada level C1 atau hafalan.
“TKA mengukur pemahaman konsep, analisis, dan penerapan pengetahuan, bukan sekadar hafalan atau ingatan,” ujarnya.
Laman Kemendikdasmen
Laman resmi Kemendikdasmen mencatat sebanyak 108.600 peserta didik dari 1.439 sekolah mengikuti TKA mata pelajaran Matematika. Tes tersebut menghasilkan nilai rata-rata Matematika siswa di Lampung sebesar 34,63.
Sebanyak 50 persen siswa memperoleh nilai kategori kurang pada TKA Matematika. Sebanyak 33,5 persen siswa meraih nilai kategori memadai, 15,5 persen siswa mencatat nilai kategori baik, dan hanya 1 persen siswa mencapai nilai kategori istimewa.
Kondisi serupa juga muncul pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Sebanyak 108.541 siswa dari 1.439 sekolah mengikuti TKA Bahasa Inggris di Lampung. Tes tersebut mencatat nilai rata-rata Bahasa Inggris sebesar 22,43.
Dari seluruh peserta TKA Bahasa Inggris, sebanyak 39,8 persen siswa memperoleh nilai kategori kurang. Sebanyak 42,5 persen siswa mencatat nilai kategori memadai. Sebanyak 10,8 persen siswa meraih nilai kategori baik, sementara 6,8 persen siswa mencapai nilai kategori istimewa.







