Gunung Kidul (Lampost.co)—Berbagai pihak terus menggalakkan langkah strategis untuk meningkatkan populasi sapi nasional sekaligus memperkuat sinergi antara dunia industri dan pendidikan tinggi. Kerja sama nyata antara PT Juang Jaya Abdi Alam (PT JJAA) dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) pada awal Februari 2026 membuktikan hal tersebut.
Kolaborasi ini ditandai dengan penyerahan bantuan sapi betina indukan di Teaching Farm FKH UGM, Gunung Kidul, pada Kamis (5/2/2026). Dalam kemitraan itu, PT JJAA bersama PT Sidoagung Group menyerahkan total 40 ekor sapi indukan atau betina produktif. Sebanyak 18 ekor di antaranya telah resmi pihak universitas terima pada acara tersebut.
Integrasi Riset dan Praktik Industri
General Manager PT Juang Jaya Abdi Alam, William E. L. Bulo, menyatakan pemberian hibah ternak ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi pendidikan kedokteran hewan yang lebih aplikatif. Sapi-sapi tersebut akan menjadi sarana pembelajaran, praktik lapangan, hingga riset mendalam bagi mahasiswa.
Manajer Breeding Kemitraan PT JJAA, Drh. Neny Santy Jelita Lumbantoruan, mengharapkan bantuan itu dapat menunjang kompetensi mahasiswa. Tertutama dalam penguasaan bidang kesehatan hewan, manajemen reproduksi, serta sistem pemeliharaan sapi potong yang efisien dan modern.

Apresiasi dari Akademisi UGM
Dekan FKH UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D., menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret hilirisasi hasil penelitian. Menurutnya, kehadiran sapi indukan dari PT JJAA akan memperkaya pengalaman langsung mahasiswa di lapangan. Dengan demikian, nantinya lebih relevan dengan standar dan kebutuhan industri peternakan saat ini.
Hadir pula dalam seremoni tersebut Direktur Penelitian UGM, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., jajaran wakil dekan FKH UGM, serta Direktur Komersial Sidoagung Group, drh. Asrokh Nawawi. Kehadiran para pimpinan lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan inovasi guna menjawab tantangan pembangunan nasional di sektor protein hewani.
Dampak Strategis Bagi Provinsi Lampung
Sebagai perusahaan yang berbasis di Lampung, langkah PT Juang Jaya Abdi Alam ini memberikan nilai tambah bagi Bumi Ruwa Jurai. Provinsi Lampung selama ini terkenal sebagai sentra sapi potong nasional. Harapannya kerja sama riset ini dapat membawa teknologi serta inovasi terbaru kembali ke daerah.
Melalui transfer ilmu dan adopsi hasil riset dari FKH UGM, peternak di Lampung berpeluang mendapatkan edukasi mengenai metode breeding yang lebih unggul. Hal ini akan memperkuat posisi Lampung dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui penyediaan bibit sapi berkualitas tinggi.
Kemitraan antara PT Juang Jaya Abdi Alam dan FKH UGM menjadi role model bagi sinergi industri-akademisi di tahun 2026, yang tidak hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia unggul demi masa depan peternakan Indonesia yang lebih mandiri.








