Bandar Lampung (Lampost.co) — Google Pixel 7 seharusnya berada dalam periode pemeliharaan keamanan akhir. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa transisi ini tidak berjalan mulus bagi jutaan penggunanya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Ganjalan di Ujung Jalan: Pembaruan yang Tertunda
Di tengah gegap gempita peluncuran fitur AI terbaru untuk seri Pixel 10, pengguna Pixel 7 justru mengeluhkan penundaan pembaruan patch keamanan kuartal pertama 2026. Penundaan ini menjadi kritikal karena celah keamanan di tahun 2026 semakin canggih. Banyak analis berpendapat bahwa Google mulai memprioritaskan arsitektur Tensor terbaru, sehingga optimasi untuk chip Tensor G2 pada Pixel 7 kian dikesampingkan.
Ini menciptakan risiko bagi pengguna yang masih mengandalkan perangkat ini untuk transaksi perbankan atau penyimpanan data sensitif. Penundaan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan sinyal bahwa dukungan utama Google telah bergeser sepenuhnya.
Anomali Harga: Diskon Besar atau Sinyal Cuci Gudang?
Harga Google Pixel 7 di pasar barang baru maupun bekas (refurbished) mengalami penurunan drastis di awal 2026. Di satu sisi, ini adalah berita baik bagi pemburu ponsel murah dengan kualitas kamera flagship. Namun, penurunan harga yang terlalu tajam seringkali mencerminkan hilangnya kepercayaan pasar terhadap umur panjang perangkat tersebut.
Redaksi menyarankan calon pembeli untuk waspada. Membeli Pixel 7 di tahun 2026 dengan harga sangat murah mungkin terlihat seperti keuntungan, namun Anda sebenarnya “membeli” waktu dukungan yang sangat terbatas.
Masalah Hardware Speaker: Penyakit Kronis yang Muncul Kembali
Selain masalah software, keluhan fisik pada komponen speaker kembali mencuat. Laporan dari berbagai forum komunitas menunjukkan adanya degradasi kualitas audio secara masif pada unit Pixel 7 yang telah digunakan selama lebih dari 30 bulan. Masalah ini mencakup:
- Suara Pecah (Cracking): Suara tidak jernih saat volume di atas 70%.
- Hilangnya Frekuensi Low: Bass yang hampir tidak terdengar, membuat pengalaman multimedia terasa “cempreng”.
- Ketidakseimbangan Output: Volume antara speaker atas dan bawah yang tidak sinkron.
Diduga, masalah ini berkaitan dengan ketahanan material membran speaker yang mulai mencapai batas umur pakainya (end-of-life) akibat penggunaan intensif dan paparan panas selama tiga tahun terakhir.
Sudut Pandang Redaksi: Layakkah Bertahan?
Jika Anda adalah pemilik Pixel 7, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan trade-in. Masalah speaker dan penundaan pembaruan adalah tanda-tanda jelas bahwa perangkat ini mulai sulit mengejar standar kebutuhan digital tahun 2026.
Namun, bagi Anda yang hanya membutuhkan ponsel kedua untuk keperluan fotografi ringan, diskon besar Pixel 7 tetap sulit untuk diabaikan. Kamera Pixel 7 tetap mampu bersaing dengan ponsel kelas menengah keluaran 2026, asalkan Anda siap dengan risiko teknis yang menyertainya.
Kesimpulan
Krisis yang dialami Google Pixel 7 saat ini adalah pengingat bahwa di dunia teknologi, keabadian adalah mitos. Meskipun Google menjanjikan dukungan jangka panjang, realitas teknis pada hardware dan prioritas pengembangan software seringkali berkata lain. Bijaklah dalam membelanjakan anggaran teknologi Anda di tahun 2026 ini.







