Bandar Lampung (lampost.co)– Pemprov Lampung mengonfirmasi kesiapan pembukaan rute penerbangan internasional perdana yang menghubungkan Lampung dengan Kuala Lumpur, Malaysia. Inaugural flight atau penerbangan perdana pada 12–13 Februari 2026 mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyatakan bahwa seluruh regulasi dan perizinan operasional dari kementerian terkait, termasuk aspek pertahanan dan keamanan, telah rampung. Dengan terbitnya izin tersebut, Bandara Radin Inten II Lampung kini resmi memegang status sebagai gerbang internasional yang aktif.
“Seluruh perizinan sudah keluar. Mengingat urgensi jadwal yang cepat, rencana terbang perdana akan kami laksanakan insyaallah pada tanggal 12 atau 13 Februari ini,” ungkap Bambang, Selasa, 10 Februari 2026.
Pada fase awal, layanan rute ini akan beropreasi oleh maskapai TransNusa menggunakan skema kontrak atau carter. Meski awalnya sistem carter, pemerintah daerah optimistis layanan ini akan segera bertransformasi menjadi penerbangan reguler seiring dengan pertumbuhan minat penumpang.
Pihak Dishub telah merancang pola rotasi pesawat yang efisien dengan rute Jakarta–Lampung–Kuala Lumpur dan kembali ke Jakarta melalui jalur yang sama. Setelah penerbangan perdana sukses, target selanjutnya adalah penyediaan layanan rutin sebanyak dua kali dalam sepekan.
“Untuk tahap awal kemungkinan tersedia dua kali seminggu, yakni setiap Senin dan Kamis. Skema rotasinya memanfaatkan jalur dari Jakarta menuju Lampung sebelum lepas landas ke Malaysia,” jelas Bambang.
Akselerasi Pariwisata dan Investasi
Pembukaan akses udara internasional ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai. Selain mempermudah mobilitas masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ibadah ke tanah suci via Malaysia, rute ini diproyeksikan mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara dan menarik minat investor asing ke Lampung.
“Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat konektivitas global kita. Dampaknya akan sangat terasa pada sektor pariwisata dan iklim investasi daerah ke depannya,” pungkas Bambang.








