Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 89 kejadian gempa bumi pada wilayah Provinsi Lampung sepanjang Februari 2026.
Hal tersebut berdasarkan hasil pengolahan data dengan Software Seiscomp. Mengutip www.lampung.bmkg.go.id. Rabu, 4 Maret 2026. Stasiun Geofisika Lampung Utara mencatat 89 kejadian gempa bumi terjadi pada bulan Februari tahun 2026 wilayah Lampung dan sekitarnya.
“Kekuatan magnitudo berkisar antara M1,0 sampai dengan M4,5. Kekuatan terbesar M4,5 terjadi pada hari Rabu, 4 Februari 2025 pukul 06:26:14 WIB dengan kedalaman 7 Km berpusat 34 km Barat Daya Tanggamus – Lampung,” tulis BMKG dalam siarannya.
Kemudian berdasarkan magnitudo, terdapat 82 event M < 3 dan 7 event 3 ≤ M < 5. Berdasarkan gempa bumi yang tercatat, terdominasi oleh kejadian gempa bumi dengan kedalaman dangkal (kurang dari 60 km). Dari 89 kejadian gempa bumi yang tercatat. Ada 84 kejadian tergolong gempa bumi dangkal yaitu H < 60 km dan 5 kejadian tergolong gempa bumi menengah yaitu 60 ≤ H < 300.
Sedangkan berdasarkan jarak episentrum gempa bumi. Ada 86 kejadian gempa bumi yang terjadi memiliki jarak episenter ≤ 20 dan 3 kejadian gempa bumi yang terjadi memiliki jarak episenter >2⁰.
Selanjutnya laporan gempa bumi yang terasakan oleh masyarakat. Dari 89 kejadian tersebut terdapat 3 (tiga) kejadian gempa bumi dirasakan.
M3.7
Pertama, 3 Februari 2026 pukul 04:37:30 WIB, wilayah Tanggamus, Lampung dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki magnitudo M3,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.34 LS dan 104.41 BT, atau tepatnya berlokasi darat pada jarak 34 Km Barat Laut Tanggamus dengan kedalaman 4 km.
Gempa bumi ini terasakan pada wilayah Lampung Barat dengan Skala Intensitas II – III MMI. (Getaran terasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang tergantung bergoyang. Getaran terasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
M4.5
Kedua, 4 Februari 2026 pukul 06:26:14 WIB, wilayah Tanggamus, Lampung dan sekitarnya terguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,5. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.76 LS dan 104.52 BT, atau tepatnya berlokasi pada laut pada jarak 34 km Barat Daya Tanggamus Lampung pada kedalaman 6 km.
Gempa bumi ini terasakan pada wilayah Pringsewu dengan Skala Intensitas II MMI. (Getaran terasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang bergantung bergoyang). Kemudian pada wilayah Tanggamus dengan Skala Intensitas II – III MMI. (Getaran terasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang bergantung bergoyang. Getaran terasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
M4.0
Ketiga, 14 Februari 2026 pukul 20:36:03 WIB, wilayah Pesisir Barat – Lampung dan sekitarnya terguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,0. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.55 LS dan 103.62 BT, atau tepatnya berlokasi pada laut pada jarak 53 km Barat Daya Pesisir Barat, Lampung pada kedalaman 15 km.
Gempabumi ini terasakan pada wilayah Bengkunat dengan Skala Intensitas III MMI. (Getaran terasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Selanjutnya, dari kejadian gempa bumi yang terjadi pada periode bulan Februari 2026 ini. Himbauannya agar masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Dan pastikan informasi resmi dari BMKG yang tersebarkan luaskan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Masyarakat bisa memantau pada alamat www.bmkg.go.id dan www.inatews.bmkg.go.id / www.lampung.bmkg.go.id.








