Bandar Lampung (lampost.co)–Sejumlah petani di kawasan Bendungan Margatiga menggantungkan harapan besar pada optimalisasi sistem irigasi. Ketersediaan air dari bendungan tersebut dinilai menjadi faktor penentu utama dalam menjaga produktivitas lahan persawahan, terutama saat menghadapi tantangan musim kemarau.
Salah satu petani setempat, Suroto (45), mengungkapkan bahwa keberadaan bendungan ini adalah tumpuan hidup bagi masyarakat agraris di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya jadwal distribusi air yang tertata dengan baik agar tidak ada lahan yang kekeringan.
“Kami sangat berharap irigasinya benar-benar berjalan lancar. Kalau airnya cukup dan mengalir merata, hasil panen tentu bisa lebih maksimal,” ujar Suroto, Kamis, 5 Maret 2026.
Selama ini, rendahnya curah hujan kerap memaksa petani menunda masa tanam atau menghadapi risiko penurunan kualitas gabah akibat kekurangan pasokan air.
Harapan senada disampaikan oleh Waginah (52). Menurutnya, optimalisasi fungsi irigasi merupakan kunci untuk meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua atau tiga kali dalam setahun. Peningkatan ini diyakini akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi keluarga petani.
Ia juga meminta pemerintah untuk rutin melakukan pemeliharaan pada saluran-saluran sekunder maupun tersier guna mencegah terjadinya kebocoran atau pendangkalan yang dapat menghambat debit air menuju sawah.
Butuh Pengawasan
Selain masalah teknis, para petani mengharapkan adanya pengawasan rutin dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dengan pengelola bendungan. Hal ini diperlukan agar pembagian air secara adil, transparan, dan tepat sasaran bagi seluruh kelompok tani.
Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang maksimal, para petani di Lampung Timur optimis mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan daerah. Sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri.








