Bandar Lampung (Lampost.co) — Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Korpri Ramadan Berbagi untuk ribuan ASN menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap aparatur sipil negara (ASN) sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus Kepala BKD Provinsi Lampung, Rendi Riswandi, menjelaskan tujuan utama program tersebut.
Ia menyebut program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ASN, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.
“Melalui kegiatan ini, kami membantu ASN yang membutuhkan sekaligus memberi akses bahan pokok murah kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan program tersebut juga mendukung upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Korpri Provinsi Lampung menyalurkan paket sembako senilai Rp250 ribu kepada 18 PNS golongan I.
Panitia juga memberikan bantuan beras lima kilogram kepada PNS golongan II serta PPPK golongan I dan IV.
Jumlah penerima bantuan beras tersebut mencapai 1.083 orang.
Secara keseluruhan, sebanyak 1.101 ASN menerima bantuan dari program Korpri Ramadan Berbagi tahun ini.
Para penerima berasal dari berbagai perangkat daerah serta SMA dan SMK negeri lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Program Ramadan Berbagi juga melibatkan sejumlah pihak, antara lain Baznas dan Bulog.
Panitia juga menghadirkan bazar UMKM yang melibatkan 62 pelaku usaha lokal.
Panitia menyerahkan paket bantuan Ramadan secara simbolis kepada perwakilan ASN, baik PNS maupun PPPK.
Para pejabat pimpinan tinggi pratama Pemerintah Provinsi Lampung turut menyaksikan prosesi penyerahan bantuan tersebut.
Setelah prosesi itu, Sulfakar bersama jajaran pejabat meninjau stan pasar murah.
Stan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Beberapa komoditas antara lain beras lima kilogram Rp55 ribu dan gula pasir Rp15 ribu per kilogram.
Panitia juga menjual minyak goreng Minyakita dua liter Rp30 ribu, tepung terigu Rp8 ribu, serta telur ayam Rp25 ribu.
Selain bahan pokok, pengunjung juga menemukan produk lain seperti daging Baznas serta makanan dan kerajinan UMKM lokal.








