Bandar Lampung (Lampost.co) — Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Lampung, Heri Setiawan, mengungkapkan sekitar 2.600 guru madrasah belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Kondisi tersebut terjadi karena ketidaksesuaian data pada sebagian guru lulusan sertifikasi TPG tahun 2025.
Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan sinkronisasi dan verifikasi data untuk mengatasi persoalan tersebut.
Dari total data bermasalah, tim sudah menyesuaikan sekitar 2.400 data guru.
Ketidaksesuaian data tersebut meliputi perbedaan nama guru dengan nama pada rekening, alamat yang tidak sesuai, hingga rekening yang tidak terbaca.
Ia meminta para guru segera melakukan perbaikan agar penyaluran TPG bisa berlangsung lebih cepat.
“Sekarang tinggal sekitar 200 orang lagi, masih dalam proses sinkronisasi. Kalau yang 2.400 sudah selesai,” ujarnya, Minggu, 15 Maret 2026.
Heri menambahkan, total penerima TPG guru madrasah mencapai 12.600 orang. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 10.000 guru dari data lama serta tambahan lulusan sertifikasi TPG tahun 2025.
Menurutnya, pemerintah sudah mulai menyalurkan TPG kepada guru madrasah yang masuk dalam data lama. Ia memastikan proses penyaluran tersebut akan selesai sebelum akhir Maret.
“Yang sudah masuk dalam daftar lama saat ini masih berlangsung, jumlahnya sekitar 10 ribuan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, data guru penerima TPG lama sudah lengkap dan sudah masuk dalam daftar penyaluran sehingga pemerintah tidak lagi menghadapi kendala dalam proses tersebut.
“Sementara untuk lulusan TPG 2025 masih ada data yang belum sinkron sehingga perlu penyesuaian,” katanya.








