Bandar Lampung (Lampost.co) — Produsen teknologi asal Finlandia, Jolla, secara resmi mengumumkan perubahan signifikan pada konfigurasi perangkat terbarunya, Jolla Phone (2026). Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan industri yang kian berat, terutama dipicu oleh lonjakan harga komponen memori di pasar global.
Keputusan tersebut mencerminkan tantangan besar yang dihadapi produsen skala kecil di tengah fluktuasi rantai pasokan dunia tahun 2026. Perusahaan terpaksa melakukan kompromi antara spesifikasi teknis dan harga jual guna menjaga kelangsungan produksi.
Penyimpanan Dipangkas, Harga Tetap Stabil
Jolla mengonfirmasi bahwa mulai batch produksi terbaru yang bertajuk Sep-II, model dasar Jolla Phone (2026) kini hadir dengan kombinasi RAM 8GB dan penyimpanan internal 128GB. Konfigurasi ini merupakan penurunan ketimbang versi awal yang sempat menawarkan kapasitas penyimpanan lebih besar.
Meski kapasitas penyimpanan dipangkas setengahnya, Jolla tetap mempertahankan harga perangkat di angka 649 Euro atau sekitar 700 dolar AS (setara Rp11 juta). Perusahaan menyebut lonjakan harga komponen DRAM dan NAND Flash sebagai alasan utama di balik keputusan ini, sebuah situasi yang diklaim sebagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri smartphone.
Opsi Upgrade Tetap Tersedia
Bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan lebih luas, Jolla tetap menyediakan jalur peningkatan spesifikasi. Konsumen dapat menambah biaya sebesar 100 Euro (sekitar Rp1,7 juta) untuk mendapatkan varian dengan RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB.
Dengan skema ini, harga untuk varian tertinggi Jolla Phone (2026) kini menyentuh angka 749 Euro atau sekitar 808 dolar AS. Perubahan ini menunjukkan tren evolusi harga yang cukup dinamis sejak masa pra-penjualan hingga peluncuran batch produksi massal saat ini.
Spesifikasi Utama Jolla Phone (2026)
Terlepas dari penyesuaian memori, Jolla Phone (2026) tetap membawa identitas kuatnya dengan sistem operasi Sailfish OS 5 berbasis Linux. Perangkat ini mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 7100 yang menawarkan efisiensi energi tinggi tanpa mengorbankan performa harian.
Beberapa fitur unggulan lainnya tetap hadir dalam perangkat ini, meliputi:
- Layar: Panel AMOLED 6,36 inci Full HD+ dengan proteksi Gorilla Glass.
- Kamera: Sensor utama 50MP Sony dan ultrawide 13MP.
- Baterai: Kapasitas 5.450 mAh dengan mekanisme bongkar pasang oleh pengguna.
- Keamanan: Physical Privacy Switch yang memungkinkan pengguna mematikan akses kamera dan mikrofon secara instan.
Keputusan Jolla ini menunjukkan tekanan nyata yang melanda pemain niche di pasar smartphone. Kondisi ini membuat konsumen melihat harga awal tetap stabil. Namun, spesifikasi yang mereka terima cenderung menurun akibat dinamika pasar semikonduktor global yang belum stabil pada 2026.








