Jakarta (Lampost.co)–Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air, BRI Super League 2025/2026, telah memasuki fase krusial di akhir Maret 2026. Memasuki pekan ke-28, tiga raksasa, yakni Persib Bandung, Borneo FC Samarinda, dan Persija Jakarta secara matematis telah mengamankan posisi mereka di papan atas klasemen sementara musim ini.
Kepastian ini terjadi setelah raihan poin ketiga tim tersebut tidak mungkin lagi terkejar penghuni zona merah. Persib Bandung yang berstatus sebagai juara bertahan kini masih kokoh di papan atas dengan koleksi 58 poin. Menyusul di bawahnya, Borneo FC dengan 54 poin dan Persija Jakarta yang menguntit dengan 51 poin.
Direktur Operasional I-League, Asep Saputra, menyatakan stabilitas tim-tim besar musim ini menunjukkan kualitas persaingan yang meningkat, terutama dengan penerapan regulasi delapan pemain asing di lapangan. Namun, perhatian publik kini justru tertuju pada drama di papan bawah yang kian mencekam.
Drama Zona Merah Makin Sengit
Berbeda dengan ketenangan di papan atas, zona degradasi BRI Super League musim ini menyajikan tensi tinggi. Tiga tim terbawah, yakni Persis Solo, Semen Padang FC, dan tim promosi Persijap Jepara, tengah berjuang hidup dan mati untuk bertahan di kasta tertinggi.
Persis Solo yang sempat mengalami tren negatif 15 pertandingan tanpa kemenangan kini berada di posisi ke-17 dengan 26 poin. Sementara Semen Padang yang tertahan di peringkat ke-16 hanya terpaut dua angka dari zona aman yang saat ini ditempati PSS Sleman.
Kekalahan tipis Semen Padang dari Madura United pada akhir pekan lalu membuat posisi Laskar Kabau Sirah kian terjepit. Dengan sisa enam pertandingan lagi, setiap poin akan menjadi harga mati bagi tim-tim yang ingin menghindari lubang jarum degradasi ke Pegadaian Championship musim depan.
Perebutan Tiket Asia
Bagi Persib, Borneo, dan Persija, misi utama saat ini bukan lagi sekadar bertahan, melainkan memperebutkan tiket ke kompetisi antarklub Asia. Berdasarkan regulasi musim 2025/2026, juara BRI Super League akan mewakili Indonesia di babak kualifikasi AFC Champions League Two. Sedangkan runner-up akan berlaga di AFC Challenge League.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan timnya tidak ingin jemawa meski sudah aman dari degradasi. “Fokus kami adalah mempertahankan gelar. Kami tahu Borneo dan Persija sedang dalam performa terbaiknya. Jadi tidak ada ruang untuk kesalahan di sisa musim ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Bandung, Selasa (24/3/2026).
Jadwal pekan ke-29 yang bergulir akhir pekan depan akan menjadi penentu arah bagi tim-tim di zona merah. Sekaligus memperuncing persaingan juara antara Maung Bandung dan Pesut Etam.








