Bandar Lampung (Lampost.co) — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mengurai antrean kendaraan arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan skema TBB mempercepat pergerakan kapal dan mencegah penumpukan kendaraan.
ASDP mengoperasikan pola kapal berangkat penuh dari Bakauheni, lalu bongkar muatan di Merak tanpa muat ulang.
Kapal langsung kembali ke Bakauheni untuk mengangkut penumpang berikutnya.
Heru menyebut skema ini menjadi kunci kelancaran arus balik Lebaran 2026.
ASDP telah membuktikan efektivitas TBB saat arus mudik dengan percepatan rotasi kapal.
Penerapan tersebut berhasil menekan kepadatan kendaraan di kawasan pelabuhan.
ASDP mencatat puncak arus balik gelombang pertama terjadi pada 24 Maret 2026.
ASDP memprediksi gelombang berikutnya muncul pada akhir Maret 2026.
Pemudik terus memadati kantong parkir dermaga dan ruang tunggu penumpang.
Lintasan Bakauheni–Merak menjadi jalur vital mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.








