Lisboa (Lampost.co)–Pelatih Sporting CP, Rui Borges, menegaskan timnya masih jauh dari kata menyerah meskipun harus menelan kekalahan pahit di kandang sendiri. Borges merasa sangat optimistis skuad asuhannya mampu merespons luar biasa untuk membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Arsenal pada leg kedua perempat final Liga Champions pekan depan.
Borges menganggap kekalahan tipis 0-1 pada leg pertama di Estadio Jose Alvalade, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB, bukan akhir dari segalanya. Dengan margin hanya satu gol, peluang klub raksasa Portugal tersebut untuk melangkah ke babak semifinal masih terbuka sangat lebar.
Kegigihan hingga Detik Terakhir di London
Borges menyadari tantangan di Stadion Emirates akan jauh lebih berat. Namun, performa solid yang para pemainnya tunjukkan di pertemuan pertama menjadi fondasi kepercayaan diri sang pelatih. Gol telat Kai Havertz pada detik-detik akhir pertandingan leg pertama memang menyakitkan, namun secara permainan, Sporting mampu mengimbangi gaya ofensif The Gunners.
Baca juga: Gol Telat Kai Havertz Bungkam Publik Jose Alvalade, Arsenal Bawa Pulang Kemenangan Krusial
“Saya sekarang sangat yakin bahwa kami akan memberikan respons yang bagus di London. Kami akan menyelesaikan pertandingan ini hingga akhir,” ujar Borges mengutip situs resmi klub, Kamis (9/4/2026).
Strategi yang akan Borges usung di London kemungkinan besar tetap mengandalkan kedisiplinan transisi, namun dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Ia percaya mentalitas “berjuang hingga akhir” adalah kunci untuk meruntuhkan dominasi Arsenal di hadapan pendukungnya.
Rasa Frustrasi yang Menjadi Motivasi
Sporting sebenarnya tampil sangat menjanjikan di hadapan publik sendiri. Sepanjang laga, tim berjuluk Leoes tersebut mampu menciptakan beberapa peluang emas yang memaksa kiper Arsenal, David Raya, melakukan penyelamatan heroik. Borges mengakui ada rasa frustrasi karena hasil akhir tidak mencerminkan kualitas permainan timnya di lapangan.
“Ini membuat frustrasi. Wajar jika merasa sedikit frustrasi setelah pertandingan hebat yang kami mainkan di sini melawan tim kelas atas,” ujar Borges. Ia mencatat setidaknya ada tiga atau empat peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga jika penyelesaian akhir timnya lebih klinis.
Baginya, rasa frustrasi ini harus diubah menjadi energi positif. “Kami hanya perlu sedikit lebih tajam di depan gawang. Itulah sepak bola; mari tetap tegakkan kepala dan percaya bahwa itu mungkin,” ujarnya.
Misi Menaklukkan Emirates Stadium
Pertandingan leg kedua akan berlangsung pada Kamis (16/4/2026) mendatang dan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad Sporting. Borges menuntut ketajaman maksimal dari para penyerangnya sejak menit awal laga.
Jika Sporting mampu mencetak gol cepat di London, tekanan akan berpindah sepenuhnya ke pundak anak asuh Mikel Arteta. Dengan sejarah kejutan yang sering terjadi di Liga Champions, Sporting CP datang ke London bukan sebagai tim penggembira, melainkan sebagai penantang serius yang siap meledak di Emirates Stadium.








