Bandar Lampung (lampost.co)–Provinsi Lampung mencatatkan pencapaian di sektor pariwisata. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengungkapkan bahwa sepanjang kunjungan wisatawan ke Bumi Ruwa Jurai menembus angka 25 juta orang. Angka itu melampaui statistik kunjungan ke Pulau Dewata, Bali.
Gubernur mengungkapkan hal itu di hadapan ratusan anggota komunitas motor dan pengemudi ojek online dalam acara Jabat Tangan Ride di PKOR Way Halim, Minggu, 12 April 2026.
“Kunjungan wisatawan ke Lampung tahun 2025 mencapai 25 juta orang, ini sudah melampaui Bali. Capaian luar biasa ini harus kita jaga bersama,” ujar Mirza.
Meski angka kunjungan melonjak drastis, Gubernur Mirza menekankan bahwa tantangan terbesar Lampung saat ini bukan lagi sekadar mempromosikan destinasi, melainkan mengubah persepsi publik mengenai keamanan daerah. Menurutnya, citra “Lampung tidak aman” yang masih tersisa di benak sebagian masyarakat luar harus segera dikubur dalam-dalam.
“Kita harus bersama-sama merubah persepsi bahwa Lampung itu tidak aman. Pemprov telah mendorong perbaikan infrastruktur jalan dan penguatan keamanan agar wisatawan nyaman. Jika persepsi aman ini sudah melekat, insyaallah semua orang akan lebih banyak lagi datang ke Provinsi Lampung,” tegasnya.
Komunitas Motor
Gubernur menitipkan pesan khusus kepada komunitas motor dan pengemudi ojol yang kerap berinteraksi langsung dengan pendatang. Ia berharap mereka menjadi duta pariwisata yang aktif mempromosikan keramahan lokal.
“Ke wisatawan jangan hanya cerita soal pantai yang indah atau makanan yang enak, tapi ceritakan juga bahwa orang-orang Lampung itu ramah, baik, dan daerahnya aman. Promosikan keramahan kita,” pungkas Iyay Mirza.
Senada dengan Gubernur, Anggota Komisi V DPRD Lampung, Puji Sartono, menyatakan dukungan penuh legislatif terhadap penguatan sektor pariwisata. Selain keamanan, peningkatan skill masyarakat lokal melalui pelatihan vokasi juga terus didorong agar pelayanan terhadap wisatawan semakin profesional.
Dengan sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang ditargetkan tuntas pada 2029 dan perbaikan citra keamanan, Lampung optimis dapat mempertahankan statusnya sebagai destinasi favorit baru di Indonesia.









