• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 26/02/2026 13:47
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Internasional

Warga Jerusalem Timur Tidak Rasakan Kebahagiaan Iduladha karena Perang

Isnovan DjamaludinAntaranewsbyIsnovan DjamaludinandAntaranews
17/06/24 - 21:49
in Internasional
A A
Iduladha di Masjid Al-Aqsa

Foto arsip - Jemaah salat di luar Masjid Al Aqsa pada Hari Raya Iduladha di Jerusalem Timur. Foto: ANTARA/Facebook Anadolu Agency/pri. (ANTARA/Anadolu)

Jerusalem (Lampost.co)—Iduladha bagi rakyat Palestina di Jerusalem Timur kali ini terasa berbeda dari biasanya. Penyebabnya agresi Israel yang tidak kunjung henti terus mendera saudara mereka di Jalur Gaza.
Serangan Israel yang sudah berlangsung lebih dari delapan bulan itu meredupkan semangat dan kegiatan ekonomi masyarakat Palestina di Jerusalem Timur dan Tepi Barat dalam menyambut hari raya Islam untuk memperingati pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim tersebut.
Karena suasana yang muram dan tekanan ekonomi yang tiada berakhir, kegiatan di pasar-pasar Jerusalem Timur pun lesu.
Kelesuan tersebut terlihat salah satunya dalam perniagaan hewan kurban di Abu Dis, sebuah kota yang meskipun berbatasan langsung dengan Jerusalem Timur, terpisah karena adanya tembok pembatas Israel. Tembok pemisah tersebut mengungkung rakyat Palestina di sana.
Seperempat dari 450 ribu lebih warga Palestina di Jerusalem Timur tidak bisa leluasa bergerak ke kawasan lain karena dibatasi tembok pembatas buatan Israel pada 2003 itu.
Kawasan permukiman padat penduduk seperti Abu Dis merupakan satu dari sejumlah daerah yang terputus dengan Jerusalem. Warga Palestina yang tinggal di sana mau tak mau harus melewati pos pemeriksaan Israel setiap mereka hendak bekerja atau bersekolah.
Tembok pemisah itu juga merintangi hampir 3 juta warga Palestina di Tepi Barat dari bepergian ke Jerusalem Timur.
Terisolasinya Jerusalem Timur dari kawasan Palestina di Tepi Barat pun makin terasa dalam hari-hari raya seperti Iduladha. Bagi jutaan rakyat Palestina pun, melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa, meski tampak di pelupuk mata, hanya menjadi angan belaka.
Tembok yang memecah kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Palestina di Jerusalem Timur itu, menurut laporan PBB, menyebabkan kerugian ekonomi 194 juta dolar AS (Rp3,18 triliun) bagi Palestina setiap tahunnya.

Dekat namun Jauh

Apabila tidak ada halangan, bepergian dari pusat kota Jerusalem Timur ke Abu Dis yang berjarak hanya beberapa kilometer sebenarnya cukup memerlukan waktu beberapa menit.
Namun, untuk mencapai Abu Dis saat ini, warga Palestina harus mengambil jalan memutar dan melintasi pos pemeriksaan Israel maupun permukiman Israel yang didirikan secara ilegal di Tepi Barat. Hal ini membuat perjalanan memakan waktu hingga satu jam.
Ghazi Jawhar, kepala Asosiasi Hewan Ternak Abu Dis, mengatakan dua daerah yang bersisian tersebut kini benar-benar terpisah akibat tembok pembatas Israel.
Menurut dia, hewan ternak adalah salah satu sumber pemasukan Abu Dis dan merupakan sumber pemasukan utama bagi masyarakat setempat. Namun, agresi Israel membuat tantangan masyarakat di Tepi Barat makin berat.
“Sudah harga gabah naik karena perang Ukraina, situasi terkini (perang di Gaza) pun makin berdampak buruk bagi hewan ternak kecil,” kata dia.
Ia mengatakan rasa duka amat terasa di hati seluruh rakyat Palestina akibat agresi Israel di Jalur Gaza. Mereka pun tak bisa berbahagia merayakan Iduladha.
“Kami seharusnya merasakan suasana Iduladha saat ini, tetapi hal tersebut jelas tak terjadi karena perang,” kata Jawhar.
Karena agresi militer Israel di Gaza, ucap dia, lebih dari 300.000 warga Palestina yang bekerja di Israel sudah lebih dari delapan bulan ini tidak bisa melanjutkan kerjanya.
Pejabat Otoritas Palestina (PA) pun tak luput terdampak. Ia mengatakan karena tindakan Israel, mereka tak menerima gajinya secara penuh.
Dampak ekonomi agresi Israel ke Jalur Gaza juga membuat pedagang hewan ternak kesulitan mengatur harga. Kondisi permintaan dan penawaran saat ini tidak memberi ruang bagi pedagang untuk menurunkan harga, kata Jawhar.
“Pakan ternak mahal, tapi permintaan sangat rendah. Kami sebenarnya mau membantu rakyat terkait (meringankan) harga. Namun, peperangan yang terjadi dan merosotnya pemasukan di Tepi Barat berdampak buruk atas kondisi saat ini,” ucap dia.

Hari Raya Tak Terasa

Sementara itu, Mohammad Abo Helal, seorang peternak di Abu Dis, mengatakan ia kesulitan mempertahankan peternakannya di tengah kesulitan yang dihadapi. Apalagi dengan terbatasnya akses karena tembok pembatas Israel.
“Kami pun benar-benar terdampak perang. Saat ini, masyarakat tengah sedih dan suasana hari raya pun tiada,” kata dia, menceritakan dampak perang terhadap kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan permintaan hewan ternak untuk Iduladha kali ini menurun karena harganya yang terus naik. “Tampaknya, tren permintaan yang rendah seperti ini akan berlanjut,” ujarnya.
Abo Helal juga menyoroti pendudukan Israel di Tepi Barat dan agresi Israel di Jalur Gaza amat berdampak baginya.
“Peternakan kami kecil. Kami pun tak bisa memperluas peternakan ini karena pendudukan Israel,” kata dia.
“Kami sama sekali tidak merasakan kebahagiaan ataupun suasana hari raya. Rasanya hanya ada perang dan pendudukan di mana-mana,” ucap Abo Helal.
Selain itu, peternak lain bernama Suleiman Mosa mengeluhkan penurunan jumlah hewan ternak peliharaannya akibat tekanan ekonomi dari pendudukan Israel.
“Ayah saya dahulu bisa memelihara hingga ratusan ternak,” ucap dia.
Tapi sekarang, kata Abo Helal, dirinya dan saudaranya hanya bisa memelihara beberapa ekor.

Tags: IduladhaisraelJalur GazaJerusalem TimurPALESTINA
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kedepankan Semangat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Global

Kedepankan Semangat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Global

byRicky Marlyand1 others
15/01/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Dalam konflik politik global, Indonesia harus konsisten mempertahankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi sebagaimana amanat konstitusi. "Konflik...

Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation.

Sri Mulyani Resmi Jadi Dewan Direksi Gates Foundation Milik Bill Gates

byNur
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation. Lembaga filantropi...

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Reuters)

Trump Naikkan Tarif 25 Persen bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

byNur
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengumumkan kebijakan tarif keras yang berpotensi mengguncang...

Berita Terbaru

Resident Evil Requiem
Teknologi

Hubungan Resident Evil Village dan RE Requiem Penjelasan Sebelum Main RE9

byDenny ZY
26/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menjelang peluncuran global Resident Evil Requiem yang dijadwalkan besok, 27 Februari 2026, para penggemar kembali menoleh...

Read moreDetails
Cabal Fest 2026 Thailand

Cabal Fest Thailand Mei 2026 Jadi Puncak Perayaan Komunitas MMORPG Terbesar di Asia Tenggara

26/02/2026
Turnamen MMORPG 4 Houses Legacy War 2026

Sunscale Raih Gelar Overlord, Turnamen MMORPG 4 Houses Legacy War 2026 Resmi Berakhir

26/02/2026
Harga Samsung Galaxy Buds 4 Pro

Samsung Luncurkan Galaxy Buds 4 dan Buds 4 Pro di Indonesia: Intip Harga dan Fitur AI Terbaru

26/02/2026
Harga Samsung Galaxy S26 Series

Resmi Dirilis, Ini Daftar Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia 2026

26/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.