Bandar Lampung (Lampost.co)– Di tengah ketidakpastian global, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) regional Lampung hingga tanggal 31 Oktober 2024 menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan positif.
“Bahkan kami fokus mendukung proyek strategis untuk Provinsi Lampung. Di mana pemerintah menyalurkan dana Rp7,04 triliun pada empat Proyek Strategis Nasional (PSN) di Lampung. Termasuk Bendungan Marga Tiga dan Jalan Tol Trans Sumatra,” kata Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu, Nikodemus Sigit Rahardjo.
Baca juga: Pj Gubernur Lampung Dorong Lampung Bangun Rumah Sakit Khusus Spesialis
Selain itu, lima hibah BMN senilai Rp60,64 miliar diberikan untuk mendukung tugas pemerintah daerah. Mencakup aset seperti kapal patroli, rusun ASN, dermaga, dan laptop.
Ia juga memaparkan, pendapatan negara hingga Oktober 2024 mencapai Rp9,31 triliun atau 81,69 persen dengan tingkat pertumbuhan 10.48 persen (y-o-y) yang didorong oleh peningkatan Pajak Dalam Negeri sebesar 11,76 persen (y-o-y) yang mencatatkan pertumbuhan di hampir semua jenis pajaknya.
“Belanja negara tercatat sebesar Rp27,62 triliun, atau 82,43 persen dari pagu. Tumbuh 10.23 persen (y-o-y). Utamanya ada dukungan penyerapan belanja kementerian atau lembaga dan penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD),” jelas dia saat konferensi pers capaian dan realisasi APBN Regional Lampung di Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Kamis, 28 November 2024.
Sementara itu defisit anggaran regional Lampung hingga akhir Oktober 2024 tercatat sebesar Rp18,31 triliun. Angka itu meningkat 10,10 persen bila membandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meski defisit melebar, hal ini mencerminkan kebijakan fiskal yang ekspansif untuk mendorong pemulihan ekonomi dan mendukung pembangunan di tengah tantangan ekonomi global.
“Kinerja ini menunjukkan peran APBN sebagai instrumen yang terus kita optimalkan untuk menjaga daya tahan dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di Lampung,” jelasnya.
Realisasi BPP Capai 71,98 Persen
Sementara itu untuk realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) hingga Oktober 2024 mencapai Rp7,97 triliun atau 71,98 persen dari pagu dengan pertumbuhan 12 persen (y-o-y).
Realisasi Belanja Pegawai meningkat 15,78 persen (y-o-y). Alokasinya untuk mendukung manajemen pendidikan, peningkatan kompetensi guru Kemenag, serta pembayaran gaji dan tunjangan ASN, TNI/Polri, dan PPPK.
“Realisasi Belanja Barang tumbuh 12,94 persen (y-o-y). Fokusnya pada penyelenggaraan teknis pemilu 2024, peningkatan kualitas perguruan tinggi, dan penguatan konektivitas,” kata dia.
Namun, realisasi belanja modal terkontraksi 6 persen (y-o-y) akibat penurunan pagu dari tahun sebelumnya, meski realisasinya memperlihatkan percepatan belanja bansos meningkat 12.94 persen (y-o-y), terutama untuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di perguruan tinggi Lampung
“Fungsi pendidikan sendiri memberikan kontribusi terbesar terhadap realisasi BPP 26,47 persen. Selanjutnya fungsi ketertiban dan keamanan 23,10 persen, fungsi ekonomi 15,93 persen, dan fungsi pelayanan umum 15.25 persen,” kata dia.
Menurutnya berbagai program yang menyentuh masyarakat Lampung. Yakni mencakup penyaluran KIP kuliah untuk 6.298 mahasiswa. Kemudian literasi kepada 599 generasi muda dan bantuan operasional sekolah untuk 53. 837 siswa.
Selain itu, 330 nelayan menerima pelatihan sistem jaminan mutu dan keamanan perikanan dan penyaluran 1.700 bantuan pangan. Kemudian 131.650 keluarga dengan bayi di bawah dua tahun (Baduta) mendapat pendampingan dalam program 1.000 hari pertama kehidupan.
“Sementara itu, untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) tercatat mencapai Rp17,94 triliun atau 83,08 persen dari pagu, dengan pertumbuhan 9,52 persen (y-o-y). Peningkatan ini terutama ada topangan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Non-Fisik, Dana Desa, dan Insentif Fiskal,” jelasnya.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News