Pemkab Lampung Selatan Latih Pelaku IKM Kuasai AI, Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Nasional

Editor Adi Sunaryo
Senin, 18 Mei 2026 20.50 WIB
Pemkab Lampung Selatan Latih Pelaku IKM Kuasai AI, Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Nasional
Bimtek Pengembangan Kemasan dan Promosi Produk Berbasis AI yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Lampung Selatan di Hotel Negeri Baru Resort (NBR), Kalianda, Senin (18/5/2026).

Kalianda (Lampost.co)— Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai mempercepat transformasi digital bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dengan membekali mereka kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Upaya tersebut terselenggara melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kemasan dan Promosi Produk Berbasis AI oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Lampung Selatan di Hotel Negeri Baru Resort (NBR), Kalianda, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Lampung Selatan Jadi Percontohan Nasional, 4.626 Anak Berhasil Kejar Imunisasi Zero Dose

Puluhan pelaku IKM dari 17 kecamatan di Lampung Selatan mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga 20 Mei 2026. Pemerintah daerah berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Pelaksana Tugas Kepala Disdagperin Lampung Selatan, Rahmat Hadi Wijaya, mengatakan pelatihan tersebut pihaknya rancang untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Khususnya pemanfaatan AI dalam strategi bisnis.

Menurutnya, teknologi AI dapat membantu pelaku IKM menciptakan desain kemasan yang lebih menarik. Selain itu memperkuat promosi digital, hingga meningkatkan perlindungan produk agar lebih siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Kami ingin pelaku IKM lebih inovatif dan mampu memanfaatkan AI secara langsung untuk kebutuhan usaha mereka. Mulai dari promosi hingga pengembangan produk,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga mendorong pelaku usaha agar mampu membuat desain kemasan dan materi promosi secara mandiri dengan bantuan teknologi digital.

Selain digitalisasi, Disdagperin juga menekankan pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk. Sertifikasi dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pasar produk lokal.

Rahmat menilai tantangan dunia usaha ke depan akan semakin kompetitif sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan utama.

“Persaingan akan semakin ketat. Karena itu pelaku IKM harus siap meningkatkan kemampuan dan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

AI Jadi Alat Produktif Pelaku IKM

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, meminta peserta memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal agar produk lokal mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia menilai teknologi AI harus dipandang sebagai alat produktif yang dapat mempercepat pertumbuhan usaha, terutama dalam promosi digital melalui media sosial.

“Sekarang semua orang punya smartphone. Gunakan teknologi itu secara produktif. Pelaku IKM harus lincah memanfaatkan AI dan konsisten membangun promosi produknya,” ujar Tri.

Tri juga mengajak para pelaku IKM mengubah pola pikir dari sekadar bersaing menjadi membangun kolaborasi antarpelaku usaha. Menurutnya, kerja sama antar-IKM akan memperkuat produk lokal sekaligus memperbesar peluang menembus pasar yang lebih luas.

“Sesama pelaku IKM bukan lawan, tetapi mitra untuk berkembang bersama. Dengan kolaborasi, produk Lampung Selatan bisa semakin dikenal,” tegasnya.

Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap pelaku IKM semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sehingga mampu menciptakan produk yang kompetitif, kreatif, dan siap bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI