Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam mendukung edukasi keuangan dan sosialisasi produk investa
BANDAR LAMPUNG (lampost.co) — Pegadaian Cabang Kedaton memperkuat sinergi dengan Komunitas Profesi Sales Indonesia (Komisi) Lampung melalui audiensi. Kegiatan ini digelar di Gade Cafe, Kantor Pegadaian lantai II, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam mendukung edukasi keuangan dan sosialisasi produk investasi kepada masyarakat. Fokusnya terutama pada investasi emas.
Pimpinan Cabang Pegadaian Kedaton Ade Rulis mengatakan kolaborasi dengan komunitas yang memiliki jaringan pemasaran luas menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan layanan Pegadaian secara lebih masif.
“Kami ingin memperluas literasi masyarakat terkait investasi aman, terutama tabungan emas dan produk berbasis gadai yang dimiliki Pegadaian,” ujar Ade.
Ade yang mulai menjabat sebagai Pimpinan Cabang Pegadaian Kedaton sejak 5 Januari 2026 itu menjelaskan. Pegadaian kini terus bertransformasi dengan menghadirkan layanan investasi yang mudah dijangkau masyarakat.
Salah satu layanan unggulan yang diperkenalkan yakni Tabungan Emas, di mana masyarakat dapat mulai berinvestasi hanya dengan nominal Rp10 ribu melalui aplikasi Tring by Pegadaian.
“Tabungan emas ini memudahkan masyarakat memiliki emas secara bertahap. Saldo rupiah yang ditabung akan dikonversi menjadi emas 24 karat yang dijamin fisiknya tersedia,” katanya.
Selain layanan investasi, Pegadaian juga memiliki program bank sampah. Program ini mengajak masyarakat memilah sampah rumah tangga untuk kemudian dikonversi menjadi tabungan emas.
Menurut Ade, emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil dan tekanan inflasi.
“Emas mudah dibeli, mudah disimpan, dan mudah dijual kembali. Bahkan ketika membutuhkan dana cepat, emas bisa digadai tanpa harus kehilangan aset,” ujarnya.
Ketua Komunitas Profesi Sales Indonesia (Komisi) Lampung Harry Hardianto mengatakan pihaknya menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Menurut dia, anggota Komisi Lampung yang berasal dari kalangan marketing dan sales dapat membantu memperluas sosialisasi produk Pegadaian kepada masyarakat.
“Kami berharap sinergi ini tidak hanya sebatas audiensi, tetapi bisa berlanjut dalam bentuk kerja sama nyata untuk edukasi dan pemasaran program-program Pegadaian,” kata Harry.
Ia menilai literasi keuangan masyarakat perlu terus ditingkatkan. Hal ini penting agar masyarakat lebih memahami pentingnya investasi jangka panjang dan terhindar dari investasi bodong.
“Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus masyarakat luas,” ujarnya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update