London Utara Memerah, Emirates Stadium Pecah oleh Euforia Suporter

Lautan manusia yang mengenakan atribut merah-putih mulai membanjiri jalanan London Utara sesaat setelah peluit panjang berbunyi di Vitality Stadium.

Editor Isnovan Djamaludin
Rabu, 20 Mei 2026 21.05 WIB
London Utara Memerah, Emirates Stadium Pecah oleh Euforia Suporter
Suporter Arsenal berpesta rayakan juara Liga Inggris. Foto: Dok. AFP

London (Lampost.co)–Penantian panjang dan melelahkan selama lebih dari dua dekade itu akhirnya tuntas dibayar lunas. Arsenal resmi mengakhiri puasa gelar kasta tertinggi Liga Inggris, Premier League, setelah menanti selama 22 tahun. Kepastian ini langsung memicu gelombang euforia luar biasa dan perayaan besar-besaran oleh puluhan ribu pendukung The Gunners yang memadati seluruh area sekitar Stadion Emirates, Rabu (20/5/2026) malam waktu setempat.

Lautan manusia yang mengenakan atribut merah-putih mulai membanjiri jalanan London Utara sesaat setelah peluit panjang berbunyi di Vitality Stadium. Pertandingan tunda pekan ke-37 antara sang rival, Manchester City, dan AFC Bournemouth berakhir imbang dengan skor 1-1. Hasil tersebut secara matematis langsung mengunci posisi Arsenal di singgasana klasemen dan menasbihkan mereka sebagai kampiun Premier League musim 2025/2026.

Ketegangan di Pub Tollington dan Ledakan Sukacita Fans

Sebelum perayaan tumpah ruah di jalanan, atmosfer ketegangan yang luar biasa sempat menyelimuti ribuan suporter yang memadati Pub Tollington, sebuah tempat berkumpul legendaris yang terletak tidak jauh dari Stadion Emirates. Mereka menggelar nonton bareng untuk menyaksikan laga hidup-mati Manchester City.

Baca juga: Akhiri Dahaga Gelar 22 Tahun, Arsenal Resmi Juara Premier League 2025/2026

Dinamika di lapangan sempat membuat jantung para pendukung Arsenal berdegup kencang. Bournemouth sebenarnya sempat unggul lebih dahulu berkat gol Eli Junior Kroupi di babak pertama. Namun, menjelang laga usai, Erling Haaland sempat menyelamatkan City lewat gol penyeimbang dramatis di masa injury time.

Kendati City berhasil menyamakan kedudukan, hasil imbang 1-1 tetap tidak cukup bagi The Citizens untuk mengejar poin Arsenal. Begitu wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga City, suasana di dalam pub dan area luar stadion langsung pecah oleh sorak-sorai, tangis haru, pelukan hangat, serta gema nyanyian kemenangan yang telah tertahan selama 22 tahun.

Keberhasilan musim ini terasa sangat emosional bagi seluruh elemen klub. Pasalnya, ini merupakan trofi liga pertama yang berhasil mereka rengguh sejak era legendaris Invincibles pada musim 2003/2004 silam di bawah asuhan manajer legendaris Arsène Wenger.

Tangan Dingin Mikel Arteta dan Runtuhnya Dominasi City

Keberhasilan monumental ini menjadi bukti sahih dari proses panjang yang manajer Mikel Arteta bangun. Sejak mengambil alih kemudi kepelatihan tim pada Desember 2019, Arteta perlahan namun pasti berhasil memulihkan kejayaan raksasa London Utara ini. Juru taktik asal Spanyol tersebut akhirnya sukses mempersembahkan trofi Premier League pertamanya sebagai pelatih Arsenal.

Gelar juara ini sekaligus menegaskan keberhasilan Arsenal dalam meruntuhkan dominasi mutlak Manchester City di kompetisi domestik dalam beberapa tahun terakhir. Raihan emas ini juga menjadi pembuktian mentalitas tangguh skuad Meriam London setelah dalam tiga musim beruntun sebelumnya mereka selalu dipaksa gigit jari karena hanya mampu finis di posisi runner-up di bawah City.

Di jagat maya, perayaan tidak kalah meriah. Gelandang jangkar andalan Arsenal, Declan Rice, langsung membagikan potret keseruan perayaan juara bersama rekan-rekan setimnya melalui akun media sosial pribadi. Ia menuliskan sebuah takarir (caption) singkat yang langsung viral: “Sudah kubilang kepada kalian semua…ini selesai.”

Kebahagiaan ini kian lengkap dengan hadirnya ucapan selamat yang sangat menyentuh dari sang mentor legendaris, Arsène Wenger.

“Kalian berhasil melakukannya. Para juara terus melangkah ketika yang lain berhenti. Ini adalah waktumu. Sekarang nikmati setiap momennya,” ujar Wenger dengan penuh rasa bangga kepada skuad asuhan Arteta.

Pesta Angkat Trofi dan Ambisi Sejarah Double Winners

Gelar juara musim 2025/2026 ini resmi menjadi trofi liga ke-14 sepanjang sejarah berdirinya klub Arsenal, sekaligus menjadi koleksi keempat mereka di era modern Premier League. Namun, pesta pora publik London Utara masih akan berlanjut panjang.

Arsenal akan mengangkat trofi Premier League secara resmi di hadapan publik setelah laga pekan terakhir musim ini kontra Crystal Palace di Selhurst Park, Minggu (24/5/2026) mendatang.

Lebih dari sekadar memenangi liga, Bukayo Saka dan kolega kini berada di ambang sejarah yang jauh lebih besar. Skuad Meriam London masih berpeluang emas mencatatkan rekor double winners (dua gelar bergengsi dalam satu musim) bersejarah. Arsenal akan terbang ke laga final UEFA Champions League untuk menantang juara Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), pada 30 Mei mendatang di panggung tertinggi Eropa.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI