Bandar Lampung (Lampost.co) — Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) menyatakan dukungan penuh terhadap akselerasi swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Lampung. Sektor agraria di daerah ini memegang peran krusial dalam menyokong ketahanan pangan di tingkat pusat.
Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementan RI, Tin Latifah, menjelaskan bahwa Presiden telah menetapkan empat program prioritas utama demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.
”Keempatnya, yaitu swasembada pangan, makan bergizi, ketahanan energi, dan hilirisasi,” ujar Tin Latifah saat menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Produksi Pangan 2026 di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 26 Mei 2026.
Pemerintah pusat menekankan bahwa seluruh elemen harus memandang persoalan pangan secara strategis, sebab menyangkut hidup atau matinya suatu bangsa. Atas dasar itulah, swasembada pangan menjadi target mati yang wajib tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Melalui komitmen sinergis dan integrasi program kerja lintas sektoral ini, Kementan berharap Lampung mampu mendongkrak kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Kolaborasi multisektor ini akan semakin memantapkan posisi Lampung sebagai pilar utama stabilitas dan kedaulatan pangan Republik Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan bahwa Bumi Ruwa Jurai menyimpan potensi raksasa sebagai lumbung pangan nasional. Ia optimistis lompatan produktivitas akan membawa dampak domino bagi masyarakat bawah.
“Jika kita bisa meningkatkan produktivitas, bukan hanya hasil panennya yang naik, tetapi juga kesejahteraan petani, daya beli masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi daerah akan ikut terdorong,” kata Gubernur Lampung.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update