Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Gelombang tersebut berpotensi terjadi pada sejumlah wilayah perairan Provinsi Lampung dan Selat Sunda.
Hal tersebut tersampaikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang, Bandar Lampung. Peringatan tersebut tertuang dalam informasi resmi BMKG Nomor. B/ME.01.02/PDGT/17/KLMP/I/2026. Informasi ini berlaku mulai 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 21 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
BMKG menjelaskan, secara umum pola angin wilayah perairan Lampung bergerak dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan berkisar 2–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau pada Perairan Barat Lampung. Selat Sunda bagian selatan Lampung, serta Perairan Teluk Lampung bagian selatan.
“Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut dan membahayakan aktivitas pelayaran.” kata Prakirawan, Putu Ray, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kemudian BMKG memperkirakan tinggi gelombang 1.25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi pada Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan dan Perairan Teluk Lampung Bagian Utara.
Sementara gelombang pada kategori ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan, jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang, apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter
Kemudian gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter. Berpotensi terjadi pada Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Bagian Selatan Lampung.
Kondisi ini sangat berbahaya bagi perahu nelayan, kapal tongkang dan kapal feri. Terutama jika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter
Selanjutnya BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan, nelayan, dan operator kapal. Agar meningkatkan kewaspadaan, menunda pelayaran jika perlukan. Serta selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim terkini.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Mengingat potensi gelombang tinggi dapat berubah dengan cepat,” katanya.
Kemudian BMKG juga mengajak masyarakat pesisir untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Ini guna mengantisipasi risiko yang dapat tertimbulkan oleh kondisi gelombang laut tinggi.








