Jakarta (Lampost.co)— Kementerian Koperasi melaporkan sebanyak 4.741 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah rampung 100 persen dari total lebih dari 35 ribu koperasi yang sedang dibangun di seluruh Indonesia. Pemerintah kini mempercepat tahap operasional agar manfaat ekonomi segera dirasakan masyarakat desa.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan koperasi yang telah selesai fisik masih memerlukan perlengkapan operasional sebelum bisa berjalan.
Baca juga: DPRD Provinsi Soroti Minimnya Kejelasan Program Koperasi Merah Putih
“Secara bertahap kami lengkapi sarana pendukung, termasuk alat transportasi yang saat ini masih dalam proses pengisian,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Selain infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mengelola koperasi. Setiap Kopdes Merah Putih akan merekrut 15 hingga 18 tenaga kerja, mulai dari sopir, petugas keamanan, penjaga gudang, hingga staf operasional.
Farida memastikan rekrutmen memprioritaskan warga lokal agar koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa. “Kami utamakan masyarakat sekitar agar manfaatnya langsung dirasakan,” tegasnya.
Rekrutmen Tenaga Kerja
Pemerintah juga mengintegrasikan perekrutan dengan data Kementerian Sosial. Warga penerima bantuan sosial (bansos), khususnya kategori Desil 1 hingga Desil 4, pemerintah dorong terlibat sebagai tenaga kerja. Hal tersebut agar program ini tepat sasaran dan berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan.
Dalam tahap awal, operasional Kopdes Merah Putih di bawah pengelolaan PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun. Perusahaan ini juga bertanggung jawab atas pembangunan fisik koperasi.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan pengurus koperasi desa tetap pemerintah libatkan sebagai pengawas dan pengendali.
Ia juga mengungkapkan skema pembagian keuntungan yang berpihak pada masyarakat. Sebanyak 97 persen keuntungan koperasi akan kembali ke desa, dengan 82 persen di antaranya pemerintah salurkan langsung kepada warga setiap bulan dalam bentuk kupon.
“Skema ini kami siapkan agar dampak ekonomi benar-benar terasa di tingkat desa,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan 20 ribu hingga 30 ribu unit Kopdes Merah Putih rampung pada Juni 2026. Dengan percepatan ini, pemerintah mengharapkan koperasi menjadi motor baru penggerak ekonomi desa. Sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News









