• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 16/03/2026 14:47
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

4 Fakta Penyebab Tupperware Bangkrut, Sejarah dan Awal Kesuksesan

EffranbyEffran
19/09/24 - 09:18
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Ilustrasi Tupperware bangkrut.

Ilustrasi Tupperware bangkrut.

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Kabar mengejutkan datang dari Tupperware yang mengajukan bangkrut dalam waktu dekat. Produsen wadah plastik itu menjadi ikon rumah tangga selama puluhan tahun.

Melansir dari Reuters, Tupperware berencana mengajukan perlindungan kebangkrutan setelah melanggar persyaratan utang. Sehingga, kini meminta bantuan penasihat hukum dan keuangan.

Sejumlah fakta mengenai kebangkrutan Tupperware pun terungkap. Perusahaan yang didirikan ahli kimia Earl Tupper 78 tahun lalu itu menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya.

 

Saham perusahaan itu anjlok signifikan sejak tahun lalu dan kapitalisasi pasarnya menyusut hingga 95% dalam tiga tahun terakhir.

Penyebab Tupperware Bangkrut

1. Penurunan Penjualan dan Permintaan

Penjualan Tupperware turun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Fortune, penjualan Tupperware merosot 18% menjadi sekitar USD 1,3 miliar pada 2022 dari 2021.

Lonjakan permintaan yang sempat terjadi saat pandemi Covid-19 tidak bertahan lama dan kini perusahaan kesulitan menarik konsumen kembali.

Analis Ritel dan Direktur Pelaksana Global Data Retail, Neil Saunders, menyebutkan Tupperware mengalami penurunan jumlah penjual dan kesulitan menarik minat konsumen muda.

Saunders mengatakan Tupperware masih belum berhasil terkoneksi dengan generasi muda, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram.

2. Beban Utang Menumpuk

Salah satu penyebab utama Tupperware bangkrut adalah beban utang yang sangat besar. Menurut Reuters, perusahaan itu memiliki utang lebih dari USD 700 juta atau sekitar Rp10,85 triliun.

Negosiasi panjang antara Tupperware dan krediturnya mengenai cara mengelola utang tersebut belum membuahkan hasil.

CEO Tupperware, Laurie Ann Goldman, menyatakan lingkungan ekonomi yang sulit selama beberapa tahun terakhir memperburuk posisi keuangan perusahaan.

3. Persaingan dan Inovasi yang Tertinggal

Tupperware kalah bersaing dengan produsen wadah plastik lainnya yang lebih inovatif. Berdasarkan laporan The Guardian, pesaing Tupperware lebih sukses mempromosikan produk mereka ke kalangan anak muda melalui media sosial.

Sementara itu, model bisnis Tupperware masih bergantung pada metode pemasaran langsung atau MLM (multi-level marketing) yang makin tertinggal.

Neil Saunders menambahkan Tupperware dulunya adalah inovator terdepan dalam produk rumah tangga, tetapi kini mereka tertinggal jauh.”

4. Masalah Manajemen dan Pelaporan Keuangan

Selain masalah eksternal, Tupperware juga menghadapi tantangan manajemen internal. Dalam laporan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), Tupperware mengakui tidak dapat melaporkan kinerja keuangan terbarunya tepat waktu.

Perusahaan juga mengalami penurunan signifikan dalam kinerja departemen akuntansi dan makin parah dengan kepergian Chief Financial Officer (CFO) baru-baru ini.

Sejarah Tupperware

Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper pada 1946. Awalnya, Tupper bekerja di DuPont Chemical Company. Ia mendapatkan inspirasi untuk membuat wadah plastik dengan tutup kedap udara. Produk pertamanya adalah Wonderlier Bowl yang meluncur pada 1946.

Meski produk ini inovatif, penjualannya pada awalnya tidak begitu sukses karena konsumen belum terbiasa dengan plastik sebagai wadah makanan.

Terobosan terjadi ketika Brownie Wise bergabung dengan perusahaan pada awal 1950-an. Wise memperkenalkan konsep “Tupperware Party”, metode penjualan langsung yang melibatkan ibu rumah tangga dalam demonstrasi produk.

Awal Kesuksesan

Model bisnis ini menjadi kunci kesuksesan Tupperware, yang berkembang pesat hingga ke pasar internasional pada 1958. Pada 1960-an, Tupperware menjadi produk rumah tangga yang terkenal di seluruh dunia.

Meski menghadapi berbagai tantangan, perusahaan terus berinovasi dan memperkenalkan produk-produk baru. Namun, di era digital, model bisnis Tupperware yang bergantung pada penjualan langsung mulai kehilangan relevansi.

Perusahaan menghadapi persaingan ketat dari e-commerce dan produk-produk inovatif lainnya. Meski mencoba beradaptasi dengan strategi digital dan penjualan online, Tupperware tidak mampu menghentikan penurunan penjualannya.

Setelah lebih dari 75 tahun beroperasi, Tupperware kini menghadapi masa depan yang tidak pasti. Bahkan, menandai potensi berakhirnya salah satu ikon terbesar dalam sejarah peralatan rumah tangga.

Tags: bisnis wadah plastikkebangkrutan Tupperwarepenyebab Tupperware bangkrutpersaingan Tupperwaresejarah TupperwareTupperware bangkrut
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

6 Konsumen Honda Scoopy Raih Liburan Gratis ke Korea Lewat Program Scoopy Dream Trip Korea

6 Konsumen Honda Scoopy Raih Liburan Gratis ke Korea Lewat Program Scoopy Dream Trip Korea

byAdi Sunaryo
16/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)— PT Tunas Dwipa Matra selaku main dealer sepeda motor Honda di Lampung memberikan apresiasi kepada konsumen setia...

Warga Lampung Tengah Antusias Ikuti Sosialisasi Kerja SGC, Penghasilan Hingga Rp3,6 Juta

SGC Tawarkan Peluang Kerja Tebang Ikat Harian, Warga Bandar Mataram Langsung Antusias

bySri Agustina
14/03/2026

Gunungsugih (Lampost.co)--Sugar Group Companies (SGC) membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui program tebang ikat harian. Sosialisasi program tersebut mendapat sambutan...

Pemerintah terus memastikan seluruh simpul transportasi nasional berada dalam kondisi siap melayani mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan pada angkutan Lebaran 2026.Dok/Lampost.co

Pemerintah Pastikan Lintasan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni Siap Hadapi Arus Mudik

byNurand1 others
13/03/2026

Kalianda (Lampost.co)---Pemerintah terus memastikan seluruh simpul transportasi nasional berada dalam kondisi siap melayani mobilitas masyarakat yang perkiraannya meningkat signifikan pada...

Berita Terbaru

anak berusia 11 tahun warga Pekon Wayngison menjadi korban penganiayaan yang menyebabkan luka serius
Pringsewu

Bocah di Pringsewu Jadi Korban Penganiayaan ODGJ

byDelima Napitupulu
16/03/2026

Pringsewu (lampost.co)--Nasib malang menimpa seorang bocah berusia 11 tahun asal Pekon Wayngison yang harus mendapat perawatan intensif di RS karena...

Read moreDetails
6 Konsumen Honda Scoopy Raih Liburan Gratis ke Korea Lewat Program Scoopy Dream Trip Korea

6 Konsumen Honda Scoopy Raih Liburan Gratis ke Korea Lewat Program Scoopy Dream Trip Korea

16/03/2026
Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jateng

16/03/2026
Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Lampung, Dr. Abd. Rahman Hamid melakukan webinar nasional diskusi bukunya “Historia Magistra Vitae”, Senin, 16 Maret 2026. Dok UIN

UIN RIL – UNM Bangun Kerjasama Melalui Diskusi Buku

16/03/2026
pelangi di mars

Pelangi di Mars: Revolusi Film Fiksi Ilmiah Animasi Indonesia 2026

16/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.