Banyak pengunjung kafe penasaran karena sensasi rasanya berbeda dari kopi susu biasa maupun americano.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Kopi Mont Blanc mulai mencuri perhatian pencinta kopi di berbagai kota besar Indonesia. Menu itu mendadak ramai muncul di banyak coffee shop dan menjadi salah satu minuman paling laris di kalangan anak muda hingga pekerja kantoran.
Tampilannya terlihat sederhana, tetapi kombinasi rasa kopi dingin, krim lembut, dan aroma rempah membuat minuman itu cepat viral di media sosial. Banyak pengunjung kafe penasaran karena sensasi rasanya berbeda dari kopi susu biasa maupun americano.
Tren kopi Mont Blanc sendiri pertama kali populer di Australia sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Kini, banyak kedai kopi menghadirkan versi sendiri dengan tambahan topping dan rasa unik.
Kopi Mont Blanc merupakan minuman berbasis cold filter coffee berpadu lapisan krim lembut di bagian atasnya. Minuman itu biasanya menggunakan kopi seduh dingin dengan karakter rasa ringan dan bersih.
Nama “Mont Blanc” terinspirasi dari tampilan krim putih tebal yang menyerupai gunung bersalju. Tekstur creamy tersebut menjadi ciri khas utama minuman ini.
Berbeda dari latte atau cappuccino, kopi Mont Blanc tidak memakai susu sebagai campuran utama. Minuman itu lebih menonjolkan rasa asli kopi filter dengan sentuhan manis yang ringan.
Selain itu, topping seperti kulit jeruk segar dan pala parut memberi aroma unik saat pertama kali diminum. Kombinasi tersebut membuat rasa kopi terasa lebih kompleks dan segar.
Fenomena kopi Mont Blanc mulai terkenal luas setelah muncul di sebuah kafe populer di Melbourne, Australia, pada 2022. Saat itu, minuman tersebut langsung menarik perhatian pelanggan karena konsepnya berbeda dari kopi kekinian lain.
Dalam sehari, kedai kopi tersebut mampu menjual ratusan gelas Mont Blanc. Popularitasnya terus meningkat karena banyak konten kreator membagikan tampilan minuman itu di media sosial.
Tren tersebut kemudian menyebar ke Asia, termasuk Indonesia. Banyak brand kopi mulai menghadirkan menu serupa dengan variasi rasa dan topping berbeda.
Ciri utama kopi Mont Blanc terletak pada keseimbangan rasa kopi dan tekstur krimnya. Proses seduh kopi menjadi faktor penting untuk menghasilkan karakter rasa yang lembut.
Biasanya, barista memakai metode pour over dengan rasio seduhan yang presisi. Setelah kopi dingin, barista menambahkan sirup gula buatan sendiri agar rasa tetap ringan.
Sementara itu, krim dikocok hingga mengembang lembut. Teksturnya tidak terlalu padat agar tetap menyatu saat diminum bersama kopi.
Tambahan pala dan kulit jeruk membuat aroma minuman terasa lebih mewah. Sensasi itu yang membuat banyak pelanggan menyebut kopi Mont Blanc mirip dessert premium.
Sejumlah coffee shop di Indonesia mulai menghadirkan varian Mont Blanc dengan sentuhan baru. Ada yang menambahkan rasa cherry, cokelat, hingga karamel untuk memperkaya cita rasa.
Salah satu varian yang cukup populer ialah Cherry Mont Blanc. Minuman itu memadukan rasa manis dan sedikit asam dari buah cherry dengan tekstur creamy khas Mont Blanc.
Beberapa kedai juga menghadirkan versi cokelat untuk pelanggan yang menyukai rasa lebih bold. Sementara varian creamy latte cocok bagi penikmat kopi ringan.
Inovasi tersebut membuat kopi Mont Blanc semakin diminati karena menawarkan pengalaman minum kopi yang berbeda.
Kopi Mont Blanc ternyata bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan sederhana. Anda hanya membutuhkan kopi filter dingin, gula cair, whipping cream, pala, dan kulit jeruk.
Bahan yang Dibutuhkan
Meski sama-sama berbasis kopi hitam, Mont Blanc dan Americano memiliki karakter berbeda. Americano memakai espresso dan air panas sehingga rasanya lebih kuat.
Sementara itu, Mont Blanc memakai kopi filter dingin dengan rasa lebih ringan dan creamy. Aroma rempah dan tekstur krim juga membuat pengalaman minumnya berbeda.
Americano cocok untuk penikmat rasa kopi murni yang bold. Sedangkan Mont Blanc lebih pas bagi pencinta kopi creamy dengan sentuhan dessert.
Sebagian besar barista memilih biji kopi arabika untuk membuat Mont Blanc. Arabika memiliki karakter fruity dan aroma lebih kompleks daripada robusta.
Rasa asam yang ringan juga membuat kopi lebih seimbang saat berpadu dengan krim. Selain itu, aftertaste arabika terasa lebih bersih dan segar.
“Pilihan kembali ke selera, tapi kalau ingin rasa yang lebih ringan dan kompleks, biasanya arabika lebih cocok untuk Americano,” ujar Ana Himawari, pemilik Kopi Gemolong Sragen.
Banyak orang gagal membuat kopi creamy karena rasa pahit terlalu dominan. Salah satu penyebabnya ialah suhu air yang terlalu panas.
Untuk hasil lebih seimbang, gunakan suhu air di bawah 90 derajat Celsius. Selain itu, tuang air secara perlahan saat proses brewing. “Agar kopi tidak terlalu pahit, gunakan suhu di bawah 90°C dan tuang air perlahan agar ekstraksi lebih seimbang,” kata Ana.
Popularitas kopi Mont Blanc tidak lepas dari tren minuman estetik dan dessert drink. Tampilan creamy putih di atas kopi terlihat menarik untuk diunggah ke media sosial.
Selain itu, rasa kopi yang ringan membuat minuman itu cocok untuk banyak kalangan, termasuk pemula yang belum terbiasa dengan kopi pahit. Kombinasi visual menarik dan rasa unik membuat kopi Mont Blanc akan masih akan populer sepanjang tahun ini.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update