ASDP Sebut 49 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 49 persen dari total penumpang yang menyeberang saat arus mudik yang mencapai 898.864 orang.

Editor Nur
Jumat, 27 Maret 2026 12.55 WIB
ASDP Sebut 49 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat hampir setengah dari total pemudik yang menyeberang saat arus mudik Lebaran 2026 telah kembali ke Pulau Jawa melalui lintasan penyeberangan utama Sumatra–Jawa.Dok/Lampost.co

Bakauheni (Lampost.co)—- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat hampir setengah dari total pemudik yang menyeberang saat arus mudik Lebaran 2026 telah kembali ke Pulau Jawa melalui lintasan penyeberangan utama Sumatra–Jawa.

Direktur Utama Heru Widodo menyampaikan hingga Kamis (26/3) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang yang kembali dari Sumatra ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak telah mencapai 444.223 orang.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 49 persen dari total penumpang yang menyeberang saat arus mudik yang mencapai 898.864 orang.

Baca juga: ASDP Terapkan Skema TBB, Antrean Kendaraan Arus Balik Ditekan

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali ke Pulau Jawa tercatat sebanyak 118.297 unit atau sekitar 49 persen dari total kendaraan saat arus mudik yang mencapai 239.920 unit.

Menurut Heru, angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada masa arus balik Lebaran di salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia.

Lintasan Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan menuju Pelabuhan Merak di Banten memang menjadi jalur vital. Setiap tahunnya melayani jutaan pemudik yang melakukan perjalanan antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.

Fase Krusial Arus Balik

Heru menjelaskan saat ini arus balik Lebaran dari Sumatra menuju Jawa mulai memasuki fase krusial. Setelah sempat melandai pada awal periode arus balik, pergerakan kendaraan dan penumpang kembali menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Langkah Stategis Layani Pemudik Arus Balik

“Arus balik Lebaran dari Sumatra menuju Jawa memasuki fase krusial. Setelah sempat melandai di awal periode. Pergerakan kini kembali menguat, dengan potensi lonjakan signifikan dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai fase konsolidasi menuju puncak arus balik, di mana pergerakan pemudik yang sebelumnya tersebar mulai kembali terkonsentrasi dalam waktu yang relatif berdekatan.

Karena itu, ASDP memprediksi puncak arus balik kedua akan terjadi pada Sabtu hingga Minggu, 28–29 Maret 2026.

“Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya dalam waktu dekat,” kata Heru.

Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu perjalanan untuk menghindari periode puncak tersebut guna mengurangi potensi antrean di pelabuhan.

Potensi Lonjakan Masih Tinggi

Dengan masih tersisa sekitar 51 persen pengguna jasa yang belum kembali ke Pulau Jawa, ASDP menilai potensi lonjakan arus kendaraan dan penumpang masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini menjadi perhatian utama operator penyeberangan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali meskipun volume kendaraan meningkat.

“Karena itu kami memastikan seluruh kesiapan operasional berada pada level optimal, baik dari sisi armada, pola operasi, maupun koordinasi lintas instansi,” ujarnya.

Perkuar Strategi Operasional

Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, ASDP memperkuat pola operasi yang lebih adaptif di lintasan penyeberangan utama.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) yang bertujuan mempercepat proses bongkar muat kendaraan. Sehingga kapal dapat segera kembali beroperasi tanpa menunggu lama di dermaga.

Melalui skema ini, kapal yang tiba di pelabuhan akan langsung melakukan proses bongkar muat kendaraan secara cepat sebelum kembali berlayar menuju pelabuhan tujuan.

Selain itu, pengendalian arus kendaraan menuju pelabuhan juga memperkuat melalui penerapan sistem delaying serta pengalihan arus kendaraan ke sejumlah buffer zone strategis di sepanjang jalur menuju pelabuhan.

Optimalisasi Buffer Zone

Di wilayah Lampung, beberapa titik penyangga kendaraan telah menyiapkan untuk mengatur distribusi kendaraan menuju pelabuha. Agar tidak terjadi penumpukan di kawasan pelabuhan.

Beberapa lokasi buffer zone tersebut antara lain Rest Area KM 49B, Rest Area KM 20B, Terminal Gayam, serta Rumah Makan Gunung Jati.

Keberadaan titik penyangga ini diharapkan mampu menampung kendaraan sementara waktu ketika terjadi kepadatan di pelabuhan, sekaligus menjaga arus lalu lintas tetap terkendali.

Dengan pengaturan tersebut, kendaraan dapat mengarahkan secara bertahap menuju pelabuhan sesuai kapasitas pelayanan kapal dan dermaga yang tersedia.

Fokus pada Keselamatan dan Kenyamanan

ASDP menegaskan bahwa pengelolaan arus balik Lebaran tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas kendaraan. Tetapi juga pada aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

Koordinasi intensif terus mereka lakukan bersama berbagai pihak, mulai dari kepolisian, otoritas pelabuhan. Hingga pemerintah daerah untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan optimal.

Dengan strategi operasional yang adaptif serta dukungan lintas pemangku kepentingan. ASDP optimistis lonjakan arus balik yang prediksinya terjadi dalam beberapa hari ke depan dapat dikelola dengan baik.

“Fokus utama kami adalah menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa. Di tengah peningkatan trafik menuju puncak arus balik Lebaran,” kata Heru.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI