Bandar Lampung (Lampost.co) — Harga emas Indonesia pada pekan ketiga Januari 2026 berpotensi bergerak agresif dan memicu perhatian investor. Periode 6–10 Januari mencatat lonjakan tajam di awal pekan sebelum pasar melakukan koreksi alami.
Tren harga emas sejak awal Januari tetap mengarah naik meski sempat turun. Posisi itu menunjukkan minat investasi emas masih sangat kuat.
Pada 6 Januari 2026, harga emas Antam melonjak hingga mendekati Rp2,767 juta per gram. Setelah itu, pasar melakukan penyesuaian harga hingga menyentuh Rp2,57 juta pada 8 Januari. Pergerakan cepat itu mencerminkan pasar emas yang aktif dan penuh sentimen.
Rangkuman Harga Emas Indonesia Awal Januari 2026
Harga emas nasional masih mencatat penguatan signifikan jika ditarik sejak 1 Januari 2026. Kenaikan total mencapai sekitar 10 persen dibandingkan awal tahun.
Berikut gambaran pergerakan harga emas:
- 1 Januari 2026, harga emas Antam berada di sekitar Rp2,488 juta per gram
- Periode 5–6 Januari, harga melonjak ke kisaran Rp2,549–Rp2,767 juta
- Koreksi harian terjadi di rentang Rp14 ribu hingga Rp39 ribu
- Harga buyback turun sementara ke kisaran Rp2,57 juta
- Emas ukuran besar seperti 100 gram bertahan di rentang Rp268–277 juta
Pergerakan Harga Emas Indonesia Pekan Kedua Januari
Memasuki pekan kedua Januari 2026, pasar emas langsung bergerak dinamis. Lonjakan harga muncul setelah libur tahun baru, didorong peningkatan transaksi ritel dan institusi.
Beberapa catatan penting pekan kedua:
- Harga naik Rp30 ribu hingga Rp79 ribu per gram pada 6 Januari
- Produk Antam, UBS, dan Galeri24 sama-sama menguat
- Koreksi muncul pada 8 Januari akibat aksi ambil untung
- Nilai tukar rupiah melemah di kisaran Rp16.200 per dolar AS
- Transaksi Pegadaian meningkat, terutama ukuran 5–500 gram
- Volatilitas harian berada di kisaran 2–5 persen dan masih tergolong sehat untuk pasar emas aktif.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Harga emas Indonesia pekan kedua Januari terpengaruh kombinasi faktor global dan domestik. Permintaan emas tercatat naik sekitar 20 persen secara tahunan.
Beberapa faktor utama penggerak harga:
- Pelemahan nilai tukar rupiah
- Harga emas dunia stabil di atas US$2.700 per ons
- Ketegangan geopolitik global
- Aksi pembelian emas oleh bank sentral
Koreksi harga terjadi karena investor jangka pendek mengamankan keuntungan. Namun, level support kuat bertahan di kisaran Rp2,4 juta per gram.
Prediksi Harga Emas Indonesia Setelah Pekan Ketiga
Prospek harga emas sepanjang 2026 masih cenderung positif. Secara historis, Januari sering mencatat kenaikan bulanan 8–12 persen. Namun, risiko koreksi tetap ada jika suku bunga global kembali diperketat.
Proyeksi harga emas ke depan:
- Pekan ketiga Januari naik terbatas Rp20–50 ribu
- Akhir Januari berpeluang kembali ke Rp2,7 juta
- Kuartal pertama 2026 berpotensi menembus Rp2,8 juta
- Paruh kedua 2026 berpeluang mencapai Rp3 juta hingga Rp3,8 juta








