Bandar Lampung (lampost.co)–Tragedi keselamatan siswa sekolah yang harus menyeberangi sungai di kawasan Way Bungur kini mendapatkan kepastian solusi. Melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan jajaran Kodam, BPJN, hingga BBWS Mesuji Sekampung, Pemprov Lampung memutuskan segera membangun jembatan. Infrastruktur penyeberangan sementara yang dinamakan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lampung, Mulyadi Irsan, menyatakan bahwa langkah cepat ini merupakan wujud nyata kehadiran negara atas kebutuhan mendesak warga. “Rapat hari ini memastikan penanganan darurat di Way Bungur. Fokus utama kami menjamin anak-anak sekolah dapat melintas dari rumah menuju sekolah dengan aman. Tanpa harus bertaruh nyawa di arus sungai,” ujar Mulyadi, Selasa, 10 Februari 2026.
Proyek ini mengadopsi skema pembagian beban kerja yang sangat efisien. Pihak TNI, atas arahan langsung Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), akan memfasilitasi seluruh kebutuhan upper structure atau bagian atas jembatan. Sementara itu, Pemprov-Pemkab Lamtim fokus pada penyediaan substructure atau pondasi utama jembatan agar kokoh menahan beban bentang sepanjang 100 meter.
Mulyadi menekankan bahwa meskipun jembatan ini hanya selebar 1,2 meter, keberadaannya sangat krusial bagi mobilitas sosial dan ekonomi lokal, meski untuk sementara belum dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
Kajian Teknis
Pemerintah tidak ingin terburu-buru tanpa perhitungan yang presisi. Mengingat lokasi proyek berada di area hutan lindung dan memiliki risiko banjir luapan sungai yang tinggi, tim ahli saat ini tengah melakukan studi teknis mendalam. Hal ini mencakup pengambilan data sondir tanah dan boring log untuk memastikan tiang pancang tidak tergerus arus di kemudian hari.
“Kami mengedepankan prinsip efisiensi dan keamanan. Jangan sampai infrastruktur yang dibangun hari ini rusak akibat banjir esok hari. Begitu kajian teknis dari Dinas Kehutanan dan BPKH selesai, pembangunan akan segera dipacu,” tegasnya.
Mulyadi meminta masyarakat tetap tenang karena rencana jangka panjang pembangunan jembatan permanen rangka baja tetap berjalan di bawah supervisi Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Proyek Garuda Merah Putih ini diharapkan menjadi jangkar keselamatan bagi warga Way Bungur selama masa transisi menuju infrastruktur yang lebih mumpuni.








