Bandar Lampung (lampost.co)–Provinsi Lampung kembali membuktikan perannya sebagai daerah penyangga pangan nasional. Kali ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menunjuk Lampung sebagai lokasi prioritas tahap awal Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Program ambisius ini bertujuan untuk mempercepat swasembada protein hewani secara nasional.
Meskipun pemerintah merancang program ini untuk menjangkau 30 provinsi, namun pada tahap perdana, pemerintah hanya memfokuskan pelaksanaan di enam wilayah. Lampung terpilih karena memiliki posisi geografis yang sangat menguntungkan.
Direktur Pakan Ditjen PKH, Tri Melasari, menjelaskan bahwa pengembangan di Lampung akan berpusat di tiga lokasi pada lahan milik PTPN. “Untuk tahap awal ini, hilirisasi ayam terintegrasi dilaksanakan di enam provinsi. Salah satunya Lampung, yang rencananya dikembangkan di tiga lokasi pada lahan PTPN,” ungkap Tri Melasari dalam keterangannya.
Fasilitas yang akan dibangun mencakup Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) modern, pabrik pakan ternak, hingga industri pengolahan tepung telur dan daging. Menurut Tri, Lampung memegang peranan vital sebagai pemasok protein hewani untuk wilayah Jabodetabek dan seluruh kawasan Sumatera.
Transformasi Industri
Proyek besar ini tidak main-main dalam hal pendanaan. Pada tahap pertama, nilai investasi di Lampung mencapai sekitar Rp600 miliar. Dana tersebut fokus untuk membangun infrastruktur inti seperti RPHU, cold storage, dan pabrik pakan.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tonggak sejarah bagi sektor peternakan Indonesia.
“Langkah ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi bagian dari transformasi industri peternakan yang terintegrasi dan berorientasi pada nilai tambah,” tegas Teddy.
Selanjutnya, pengembangan akan terus berlanjut ke tahap berikutnya yang mencakup pembangunan hatchery (penetasan) serta penyediaan bibit ayam (parent stock) untuk jenis layer maupun broiler.
Industri terpadu yang berlokasi di kawasan Trikora mampu menghasilkan hingga 5.760 ton daging ayam karkas per tahun. Keberadaan pusat industri ini menjaga stabilitas pasokan dan harga daging ayam di pasar domestik.
Oleh karena itu, hilirisasi ini menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat. Efisiensi produksi akan meningkat sehingga manfaat ekonominya terasakan masyarakat Lampung dan daerah sekitarnya.








