Bandar Lampung (Lampost.co) – Semangat emansipasi yang diwariskan R.A. Kartini terus hidup dan berkembang di berbagai sektor, termasuk jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kesetaraan gender, baik dalam lingkungan kerja maupun akses layanan keuangan.
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, serta Layanan Manajemen Strategis OJK, Ety Elyati, menegaskan pihaknya membuka ruang yang sama bagi laki-laki dan perempuan untuk berkarya.
Ia menyebut OJK menargetkan 30 persen posisi pimpinan diisi perempuan pada 2027. Di OJK Lampung, komposisi pegawai sudah seimbang, masing-masing 50 persen laki-laki dan perempuan.
“Kami tidak membedakan kesempatan. Di OJK Lampung, komposisi pegawai sudah setara,” ujarnya.
Akses dan Peran Perempuan Kian Menguat
Kesetaraan juga terlihat dari akses layanan keuangan. Perempuan memiliki peluang yang sama dalam memanfaatkan berbagai produk, mulai dari pembiayaan hingga layanan simpanan.
Ety menilai perempuan memiliki keunggulan pada pekerjaan yang menuntut ketelitian dan perhatian terhadap detail. Meski begitu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara laki-laki dan perempuan dalam mencapai hasil optimal.
“Perempuan dan laki-laki saling melengkapi. Tidak ada yang lebih unggul,” katanya.
Menurutnya, keterwakilan perempuan di sektor jasa keuangan, khususnya di Lampung, terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk pada posisi strategis.
Momentum Hari Kartini diharapkan mampu mendorong perempuan semakin percaya diri untuk berperan di sektor ekonomi. Dengan peluang yang semakin terbuka, perempuan diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.