Bandar Lampung (Lampost.co) — Peran pengusaha lokal sangat strategis dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian. Keterlibatan mereka menjadi kunci agar nilai tambah komoditas pertanian memberikan keuntungan ekonomi yang berputar di lokal daerah. Hal itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Ke depan, arah pembangunan akan fokus pada pengembangan industri hilirisasi dan pengolahan hasil pertanian.
“Selama ini, komoditas keluar dalam bentuk bahan mentah dan ini harus berubah. Kami harus memastikan semua komoditas terolah terlebih dulu sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di Lampung,” ujarnya, Selasa, 23 September 2025.
Menurutnya, sejumlah komoditas utama Lampung memiliki potensi besar jika terolah secara optimal, seperti komoditas padi menyumbang 4,2 persen terhadap PDRB. Namun, dengan hilirisasi bisa mencapai 6,2 persen.
Kemudian komoditas jagung berkontribusi 3,4 persen, berpotensi meningkat hingga 15 persen. Sementara kopi yang baru 2 persen, berpeluang naik hingga 12,6 persen.
“Ini adalah kekayaan Lampung yang belum termanfaatkan secara maksimal, terutama pengusaha lokal. Jika pengusaha tidak mengolah komoditas ini sendiri, maka perusahaan dari luar daerah yang akan mengambil peluang tersebut. Sehingga, uang yang mestinya berputar di Lampung malah keluar,” ujarnya.
Keterlibatan pengusaha lokal juga sangat penting untuk memperkuat rantai pasok, mulai dari produksi hingga pengolahan. Untuk itu, keuntungannya dapat petani dan masyarakat luas rasakan.
Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha daerah tidak bersikap pasif. Sebab, peluang besar sektor hilirisasi berisiko pihak luar ambil jika tidak segera termanfaatkan.
“Misalnya HIPMI harus menjadi instrumen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memastikan uang tidak mengalir keluar daerah. Pengusaha lokal harus menjadi pelaku utama dan jika ada investasi dari luar, harus ada kerjasama yang melibatkan pengusaha lokal yang profesional,” kata dia.








