• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 01/09/2025 00:57
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Petani di Balikbukit Sedih, Harga Tomat Anjlok Hingga Rp500 per Kilo

Panen Raya Tomat

Sri AgustinabySri Agustina
01/09/24 - 15:44
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung Barat
A A
Harga tomat anjlok

Petani di Way Mengaku menunjukan buah tomat miliknya yang dibiarkan membusuk di lahan karena tidak ada penampung akibat harga sedang anjlok, Minggu 1 September 2024.(Foto:Lampost.co/Eliyah)

Liwa (Lampost.co)–Sejumlah petani tomat di wilayah Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat bersedih dan mengeluh lantaran anjloknya harga. Di tingkat petani sayuran jenis buah kaya likopen ini hanya berkisar Rp500-1000/kg.

Akibat harga anjlok itu, kini banyak petani yang sengaja membiarkan buah tomatnya membusuk di lahan. “Siapa yang mau tomat ambil saja di kebun,” kata Agung, petani tomat di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lambar, Minggu, 1 September 2024.

Ia mengaku, harga buah tomat sejak beberapa Minggu ini turun. Bahkan saat ini sudah pecah dari seribu atau sekitar Rp500/kg dari tiga Minggu lalu masih Rp1.500/kg.

Baca Juga: Harga Cabai Turun di Pasar Bandarjaya

Jika harga tomat sudah anjlok hingga mencapai Rp1.500 apalagi kurang dari seribu tentu akan merugi. Maka, banyak petani memilih untuk membiarkanya membusuk di lahan, ini mengakibatkan kerugian.

Sebab jika tetap dipanen tidak akan ada hasilnya lagi. Karena untuk memanenya saja perlu kotak. Sementara harga kotaknya saja sudah Rp14 ribu/buah belum lagi untuk upah pekerja yang memetiknya.

Ia mengaku, harga tomat anjlok ini karena panen raya di mana-mana. Sehingga stok di pasaran melimpah sementara kebutuhan pasar normal.

Jika harga tomat anjlok seperti ini, jelas petani akan merugi. Sebab biaya produksi seperti kebutuhan pupuk juga naik.

“Kalau harga sedang anjlok seperti ini, pedagang pengumpul juga tidak sanggup menampung banyak sehingga banyak tomat yang terbuang,” jelas dia.

Sementara itu, pemantauan di Bandar Lampung, harga tomat di tingkat pedang juga berkisar Rp4.000-5.000/kg.

“Iya harga tomat masih turun, ayo borong buat di jus atau buat saos asli enak ini, mumpung murah,” kata Bude Pat, pedagang sayuran di Pasar Kangkung, Minggu. 1 September 2024.

Tags: Harga AnlokheadlineLAMBARPANENPETANITomat
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Pengamat Ekonomi Pertanian Unila, Teguh Endaryanto. Lampost.co/Silvia

Good Agricultural Practice Tingkatkan Daya Saing Kopi

byEffranand1 others
31/08/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lampung menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Sejumlah wilayah seperti Tanggamus, Lampung Barat,...

Eksportir Lampung, Sumita. Lampost.co/Silvia

Produktivitas Komoditas Unggulan Lampung Harus Ditingkatkan

byEffranand1 others
31/08/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Produktivitas komoditas unggulan Lampung masih perlu dorongan agar mampu bersaing di pasar global. Peluang pasar global...

Seorang petani kopi di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, sedang menjemur kopi miliknya, Selasa (30/7/2024). Lampost.co/Eliyah

Budidaya Kopi Robusta Lampung Naik Dua Kali Lipat, ini Rahasianya

byEffranand1 others
31/08/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Perkebunan Lampung mendorong penerapan sistem budidaya pagar pada tanaman kopi robusta. Pola tanam intensif itu...

Load More
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.