Bandar Lampung (Lampost.co)—- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama Polda Banten menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Yakni dengan fokus utama pada jalur tol serta penyeberangan laut.
“Hari ini kami membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Sinkronisasi data dan evaluasi hasil pengamanan 2024 dan 2025 menjadi bahan penyempurnaan rencana tahun ini,” ujar Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, di Mapolda Lampung, Lampung Selatan, Jumat.
Ia menegaskan, koordinasi yang solid antara kepolisian di kedua wilayah krusial. Ini mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada rute Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni maupun sebaliknya.
“Harapannya, pelayanan masyarakat, khususnya pengguna transportasi kapal laut, dapat berjalan terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik,” katanya.
Senada dengan hal itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyatakan pihaknya fokus pada penyelarasan standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme manajemen lalu lintas orang maupun barang.
Menurutnya, optimalisasi sumber daya manusia serta kesiapan sarana dan prasarana menjadi prioritas utama. Guna menjamin kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kami memastikan kesiapan personel dan infrastruktur, termasuk penguatan SOP manajemen lalu lintas kendaraan dan penumpang,” tutur Hengki.
Pengamanan Arus Mudik
Pengamanan arus mudik tersebut rencananya akan dimulai sejak H-7 Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan unsur Polri, TNI, SAR, BMKG, dan instansi terkait lainnya.
“Kami akan menggelar seluruh kekuatan secara terpadu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 1447 Hijriah,” pungkasnya.
Rapat koordinasi yang berlangsung di Mapolda Lampung itu, turut hadir PT ASDP Indonesia Ferry, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), BMKG, serta Kementerian Perhubungan.








