• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 12/03/2026 03:51
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Feature

Buruh Perempuan yang Rela Tersengat Terik Matahari Demi Upah Rp30 Ribu

webadminPutribywebadminandPutri
15/01/23 - 14:37
in Feature
A A
Buruh Perempuan yang Rela Tersengat Terik Matahari Demi Upah Rp30 Ribu
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co)–Matahari yang terik menggigit seolah tak dirasakan oleh para perempuan di areal penjemuran ikan di Pulau Pasaran. Padahal, tameng mereka hanyalah baju panjang dan topi caping, tanpa skincare pelindung kulit yang biasa digunakan kaum hawa.

Jumat pagi, 13 Januari 2023, cuaca tergolong panas dan menyengat. Namun kondisi itu kian terabaikan sambil mereka ngobrol soal artis Venna Melinda yang tengah tersandung kasus KDRT dengan suami barunya Ferry Irawan.

Jemari tangan para perempun buruh harian itu tak hanti memilih ikan. Satu persatu ikan kering dimasukan kedalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu mirip bakul.

“Kita mah hidup sederhana aja, bisa pulang bawa uang Rp30 ribu sudah cukup. Dari pada artis-artis terkenal, hidup mewah tapi ternyata nggak bahagia, malah dipukulin sama suaminya kayak Vena Melinda,” kata Mun, salah satu perempuan yang menjadi buruh pemilah ikan asin di Pulau Pasaran.

“Iya, kalau liat di tv hidungnya sampe patah dan berdarah. Kasian ya,” saut Prihatin, buruh lainnya.

Sementara di bagian lain, terlihat juga sekelompok ibu-ibu yang tengah membelah ikan teri jenis Jengki yang ukurannya lebih besar ketimbang terni nasi atau teri medan.

Ibu-ibu itu ada yang terlihat duduk menggunakan dingklik (bangku kecil), ada juga yang selonjoran, dan sebagian bersandar di bambu penyangga atap mengelilingi bedek (alas anyaman bambu) ukuran 1,5×1 meter berisi ikan teri asin yang selesai dijemur.

Salah satu buruh, Yani mengatakan baru bekerja lagi setelah libur tiga hari akibat terang bulan, yang membuat nelayan tak melaut. Tapi meski sudah libur tiga hari, tangkapan nelayan hari itu tidak banyak.

“Kalau terang bulan ikannya nggak ada, jadi libur. Baru kerja hari ini tapi juga nggak banyak ikannya, cuaca lagi nggak bagus kayaknya ya. Tangkapan sedikit, bagi-bagi sama ibu yang lain kerjanya,” kata dia.

Yani sudah lima tahun bekerja sebagai buruh penjemur dan pembelah ikan teri untuk mencari uang tambahan. Bersama rekan buruh penjemur ikan teri lainnya, bisa bekerja enam hari dalam seminggu kala musim kemarau.

Sembari menunjukan wadah ikan teri yang sudah dibelah, Yani mengatakan upah yang diberikan bosnya yakni Rp3 ribu per kilonya. Jadi satu hari, Ia bisa membawa pulang uang Rp30 ribu sampai Rp50 ribu.

“Kerjanya dari jam 7 pagi sampai selesai, biasanya selesai sore sebelum ashar. Alhamdulillah bisa buat bantu-bantu suami,” katanya.

Yani mengatakan, upah dari pekerjaan itu digunakan untuk bayar sekolah anak-anaknya, sesekali digunakan buat jajan bakso di pertigaan jalan. Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, menggunakan uang hasil kerja suaminya.

“Suami saya kerjanya buruh juga tapi buruh bangunan, penghasilannya nggak menentu, jadi saya harus bantu juga. Jadi saling bantu, biar harmonis setiap hari nggak ada yang kurang masalah ekonomi, disyukuri,” ujarnya.

Bahkan Yani mengaku sejak kerja jemur dan belah ikan teri bisa mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan yang sempat ditangguhkan karena tidak membayar selama satu tahun lebih.

“Saya ingin berpenghasilan dari pekerjaan apapun yang penting halal. Alhamdulillah juga bisa bayar iuran BPJS Kesehatan nggak telat lagi, nggak denda lagi,” kata Yani.

Sri Agustina

ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Aroma Masakan Rumah Tercium saat Munggahan di Masjid Al-Ibtida’ul Qorib

Aroma Masakan Rumah Tercium saat Munggahan di Masjid Al-Ibtida’ul Qorib

byWandi Barboy
18/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Aroma sayur santan, tumis sayuran, hingga kue tradisional langsung menyergap serambi Masjid Al-Ibtida’ul Qorib, Dusun Wonogiri, Desa...

Ilustrasi perdagangan karbon. Perdagangan karbon.(MI/Denny Susanto)

Pasar Karbon Indonesia Besar Dijanji, Berat Direalisasi

byMustaan
16/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perdagangan karbon menjadi salah satu strategi penting Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus membuka peluang ekonomi...

PEMBANGUNAN JALAN LAYANG. Sejumlah pekerja mengerjakan proyek pembangunan jalan layang di Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Dok/Lampost.co

BPJS Ketenagakerjaan, Penjaga Asa Para Pekerja Melawan Risiko Hidup

byAdi Sunaryo
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co): Tidak ada pekerja yang bangun pagi dengan harapan mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan, atau bahkan wafat di tengah...

Berita Terbaru

Ketersediaan PAUD yang Merata hingga Desa Penting untuk Bangun SDM Berkualitas
Mudik Dan Lebaran

Mudik Aman dan Nyaman Wujud Perlindungan Negara bagi Warganya

byRicky Marlyand1 others
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 yang aman dan nyaman harus menjadi bagian dari upaya perlindungan bagi seluruh warga...

Read moreDetails
Polda Lampung Hitung Kerugian Negara Tambang Ilegal Way Kanan

Polda Lampung Hitung Kerugian Negara Tambang Ilegal Way Kanan

11/03/2026
Penertiban Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diapresiasi PTPN I Regional 7

Penertiban Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diapresiasi PTPN I Regional 7

11/03/2026
buriram vs melbourne

Buriram United Lolos ke Perempat Final ACLE 2026 Usai Singkirkan Melbourne City

11/03/2026
Kantor PTPN I Regional 7.

Gerebek Tambang Ilegal, PTPN I Regional 7 Apresiasi Polda Lampung dan Kodam XXI/RI

11/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.