Bandar Lampung (Lampost.co) — Film Agak Laen: Menyala Pantiku! terus menunjukkan performa impresif di bioskop. Film komedi itu berhasil meraih tiga juta penonton hanya dalam tujuh hari penayangan. Jumlah itu meningkat signifikan karena pada dua hari awal penayangan film itu baru mencapai 1,2 juta penonton.
Atas antusiasme tinggi, film itu mampu menambah 1,8 juta penonton dalam lima hari. Pencapaian tersebut menunjukkan kekuatan brand Agak Laen sebagai film komedi populer di Indonesia.
Melalui akun Instagram resmi @imajinari.id, rumah produksi Imajinari merayakan capaian itu. Unggahan tersebut menampilkan salah satu scene dalam film tersebut. “Selama 7 hari penayangan 3.161.317 penonton ikut ngendus bau anjing,” tulis dalam video tersebut.
Kabar bahagia ini langsung disambut hangat para netizen. Mereka memenuhi kolom komentar dengan ucapan selamat dan kebanggaan. Banyak penonton mengaku terhibur dengan aksi kocak para karakter film tersebut.
Sebelumnya, produser sekaligus pemilik Imajinari, Ernest Prakasa, menyampaikan harapannya untuk film itu. “Semoga film ini jadi berkat buat banyak orang, mulai dari para pembuatnya, para pengusaha/karyawan bioskop, serta tentunya teman-teman penonton sekalian. Terima kasih banyak ya.”
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! mulai tayang serentak di seluruh Indonesia pada 27 November 2025. Film itu langsung mencetak rekor baru di hari pertama dengan 272.846 penonton. Catatan itu menjadikannya film pertama pada 2025 yang menembus 270 ribu penonton di hari pertama.
Kemudian, jumlah penonton meningkat pada hari kedua dan mencapai total 605.280 orang. Pencapaian berlanjut karena langsung menembus satu juta penonton pada hari ketiga. Pertumbuhan itu menegaskan franchise Agak Laen masih masyarakat sukai.
Humor dengan Pesan Moral
Secara cerita, film itu menampilkan Bene, Boris, Jegel, dan Oki sebagai detektif swasta. Mereka mendapat misi besar untuk membuktikan kemampuan mereka. Untuk itu, mereka menyamar di sebuah panti jompo demi memburu buronan berbahaya yang terlibat dalam kasus pembunuhan anak wali kota.
Selain keempat pemeran utama, film sekuel itu juga menghadirkan Tissa Biani, Awwe, Boah Sartika, dan Priska Baru Segu. Sutradara Muhadkly Acho menjadikan film itu menawarkan humor segar, kejutan menarik, dan pesan moral yang menyentuh penonton.








