Bandar Lampung (Lampost.co) — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Amirico, mengimbau seluruh sekolah segera mendaftarkan siswanya untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pendaftaran penting dilakukan agar peserta didik tidak terkendala dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
Thomas menjelaskan, pendaftaran TKA telah dibuka sejak 24 Agustus hingga 4 Oktober 2025. Hasil tes akan menjadi salah satu syarat dalam jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
“Pendaftaran sudah kami sampaikan ke sekolah sejak minggu lalu. Saat ini masih dalam proses,” ungkap Thomas, Selasa, 16 September 2025.
Berdasarkan laman resmi Kemendikdasmen, terdapat tiga mata pelajaran wajib yang diujikan dalam TKA, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Selain itu, siswa juga harus memilih dua mata pelajaran tambahan sesuai minat dan jurusan yang dituju.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, sejumlah sekolah di Bandar Lampung langsung mengarahkan siswa untuk mendaftar TKA. Waka Kesiswaan SMAN 3 Bandar Lampung, Yuliono, menyampaikan pendaftaran dilakukan secara mandiri sehingga sekolah perlu memberikan pendampingan.
“Sejak awal memang ada wacana itu, jadi kami sudah mengarahkan semua siswa untuk daftar TKA. Bahkan sekolah ikut membantu proses pendaftaran,” jelasnya.
Syarat SNBP
Sebelumnya, Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menegaskan jalur penerimaan mahasiswa masih terdiri dari SNBP, Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri. Perubahan utama terdapat pada syarat SNBP, yakni siswa wajib memiliki nilai TKA yang diselenggarakan langsung oleh Kemendikdasmen.
“Yang baru pada SNPMB 2026 adalah siswa mempunyai nilai TKA,” ungkap Eduart.
Adapun jadwal TKA 2025 meliputi tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung 3–4 November, gelombang kedua pada 5–6 November, dan gelombang khusus jalur nonformal pada 8–9 November. Sebelum itu, akan dilakukan sinkronisasi data pada 1–2 November 2025.
Dengan aturan baru ini, pemerintah berharap jalur prestasi lebih objektif sekaligus mendorong siswa mempersiapkan diri sejak dini untuk masuk perguruan tinggi negeri.







