Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung memastikan kelancaran pengangkutan sampah meski volume sampah meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala DLH Bandar Lampung Yusnadi Ferianto menyatakan pemerintah kota mengoperasikan 70 armada pengangkut sampah. DLH mengoptimalkan seluruh armada setiap hari agar petugas mengangkut sampah ke TPA Bakung tanpa hambatan.
“Masih aman. Kami tidak menambah armada dan tetap mengerahkan armada yang ada untuk mengangkut sampah ke TPA Bakung,” kata Yusnadi, Senin, 29 Desember 2025.
Yusnadi menjelaskan peningkatan volume sampah mulai muncul sejak 22 Desember 2025. Ia memperkirakan lonjakan volume sampah terus berlanjut hingga 2 Januari 2026. Menurutnya, kenaikan volume mencapai sekitar 10 persen dari kondisi normal.
Pada hari biasa, volume sampah di Kota Tapis Berseri mencapai sekitar 750 ton per hari. Selama libur Nataru, volume sampah meningkat menjadi sekitar 800 hingga 850 ton per hari.
“Pada hari biasa, volume sampah di Kota Bandar Lampung sekitar 750 ton per hari. Saat libur Nataru, jumlahnya naik sekitar 10 persen,” jelasnya.
Yusnadi menambahkan lonjakan volume sampah mulai terlihat sejak sebelum perayaan Natal dan berlanjut hingga awal Januari 2026.
“Kami mencatat peningkatan volume sampah sejak 22 Desember 2025 dan memperkirakan kondisi ini berlangsung hingga 2 Januari 2026,” ujarnya.
Yusnadi menyebut peningkatan volume sampah selalu muncul setiap musim liburan. Ia menilai peningkatan mobilitas masyarakat dan kedatangan wisatawan ke Bandar Lampung mendorong lonjakan tersebut.
“Selama libur, jumlah pengunjung rumah makan meningkat, aktivitas rumah tangga bertambah, dan wisatawan datang ke Bandar Lampung,” katanya.
Yusnadi juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat musim hujan. Ia meminta masyarakat mengelola sampah secara bijak dan menyerahkan sampah kepada mobil pengangkut milik pemerintah.
“Musim hujan sudah berlangsung, sehingga masyarakat perlu mengelola sampah dengan baik agar kondisi ini tidak memicu bencana alam,” tambahnya.








