Kawasan Masjid Pantai Bali Jadi Pusat Peradaban Baru

Editor Wandi Barboy, Penulis Atika
Kamis, 28 Mei 2026 22.41 WIB
Kawasan Masjid Pantai Bali Jadi Pusat Peradaban Baru
Rektor Itera I Nyoman Pugeg Aryantha menjalin kerja sama strategis dengan jajaran pengurus Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), Kamis, 28 Mei 2026. (Dok Itera)

Bandar Lampung (Lampost.co): Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) bersama Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan kawasan Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, Bali, sebagai pusat peradaban baru berbasis spiritualitas, sains, dan budaya lokal.

Ketua YMPN, Firmansyah Dimmy menyatakan masjid saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Tetapi, menjadi pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan teknologi, dan wisata religi.

“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah. Tetapi juga, pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, inovasi teknologi, dan pengembangan wisata berbasis nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” ujar Firmansyah.

Itera dan YMPN menandai kerja sama tersebut melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Melalui kerja sama itu, kedua pihak akan mengembangkan berbagai program strategis seperti smart mosque, digitalisasi layanan masyarakat, festival Islami, hingga pengembangan smart tourism.

Rektor Itera, I Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan pengembangan kawasan mesti dengan pendekatan berbasis sains dan kemanusiaan. Hal itu agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Selain menjadi destinasi wisata religi dan pusat manasik haji, kawasan Masjid Pantai Bali juga akan berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan pesisir dan pengembangan UMKM masyarakat sekitar.

Kolaborasi tersebut harapannya mampu menghadirkan model pembangunan kawasan pesisir yang mengintegrasikan nilai spiritual, teknologi, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI