IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 13/04/2026 09:35
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Internasional

Perundingan AS-Iran Buntu, JD Vance Ungkap Alasan Gagalnya Kesepakatan di Islamabad

Ia menyampaikan timnya kembali ke Amerika Serikat tanpa membawa hasil konkret.

EffranbyEffran
13/04/26 - 07:21
in Internasional
A A
Wakil Presiden AS JD Vance bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan. Jacquelyn Martin - Pool/Getty Images

Wakil Presiden AS JD Vance bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan. Jacquelyn Martin - Pool/Getty Images

Jakarta – Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Negosiasi intens selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan.

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengonfirmasi langsung hasil tersebut kepada media. Ia menyampaikan timnya kembali ke Amerika Serikat tanpa membawa hasil konkret.

“Kami kembali ke AS tanpa mencapai kesepakatan,” ujar Vance saat berada di Islamabad pada Minggu dini hari waktu setempat.

Perbedaan Sikap Jadi Penghambat Utama

Vance menegaskan pihaknya menyampaikan batasan dan opsi kompromi secara jelas selama perundingan berlangsung. Namun, Iran tidak menerima syarat yang diajukan.

“Kami menjelaskan dengan sangat jelas apa saja batasannya. Kami juga menyampaikan apa yang bisa kami akomodasi dan yang tidak,” kata Vance.

Ia menilai keputusan Iran untuk menolak persyaratan tersebut menjadi alasan utama kegagalan negosiasi.

Fokus Pembicaraan: Selat Hormuz hingga Sanksi

Dalam pertemuan tersebut, tim AS didampingi Jared Kushner dan Steve Witkoff. Mereka bertemu dengan delegasi Iran yang dipimpin Mohammad-Bagher Ghalibaf.

Pembahasan melibatkan sejumlah isu strategis, termasuk keamanan Selat Hormuz, rencana perpanjangan gencatan senjata, dan kemungkinan pelonggaran sanksi.

Tim teknis dari kedua negara juga ikut bergabung untuk memperdalam pembahasan pada hari kedua perundingan.

Meski membahas banyak hal teknis, kedua pihak tidak menyentuh akar konflik utama. Pemerintah AS menilai program nuklir Iran dan dukungan terhadap kelompok bersenjata sebagai pemicu utama konflik.

Namun, isu tersebut tidak menjadi fokus dalam pembicaraan di Islamabad. Kondisi itu membuat negosiasi berjalan tanpa arah yang jelas.

Konflik Regional Memperumit Negosiasi

Kegagalan itu menjadi pukulan bagi kedua negara setelah sebelumnya berhasil menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Di sisi lain, situasi di lapangan terus memburuk. Jalur pelayaran di Selat Hormuz mengalami gangguan akibat meningkatnya ketegangan militer.

Selain itu, konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon terus berlanjut dan menambah tekanan terhadap proses diplomasi.

Kebuntuan itu memperlihatkan betapa kompleksnya konflik di Timur Tengah. Upaya damai masih menghadapi tantangan besar dari berbagai kepentingan politik dan militer.

Para pengamat menilai negosiasi lanjutan untuk mencegah eskalasi yang lebih luas. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan kedua pihak akan kembali ke meja perundingan. Situasi itu membuat dunia internasional terus memantau perkembangan konflik dengan penuh kekhawatiran.

Tags: AS Iran gagal sepakatberita geopolitik terbarugencatan senjata IranIsrael HizbullahJD Vance Irankonflik timur tengah terbarunuklir Iranperundingan AS Iransanksi IranSelat Hormuz
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan maraton di Islamabad. Keduanya saling menyalahkan atas kegagalan negosiasi yang berlangsung 21 jam. (Foto: via REUTERS/Pool)

Penyebab Gagalnya Perundingan Damai 21 Jam di Pakistan Versi AS vs Iran

byEffran
13/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Upaya damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Negosiasi intens selama 21 jam di Islamabad...

Delegasi tingkat tinggi Iran untuk pembicaraan negosiasi dengan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (tengah) tiba di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Xinhua/aa.

Ini 5 Isu Krusial yang Menggagalkan Kesepakatan Damai AS vs Iran

byEffran
13/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu. Upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah belum...

Iran melaporkan menembak jatuh dua pesawat tempur, yaitu A-10 Warthog dan F-15E Strike Eagle. Foto: Wikipedia

Derita Pilot F-15E saat Melontarkan Diri: Dihantam Gaya 20G hingga Nyaris Tak Tertolong

byEffran
10/04/2026

Jakarta (Lampost.co) – Insiden jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle mengungkap sisi ekstrem yang jarang publik tahu. Dua pilot AS...

Berita Terbaru

Ilustrasi
Ekonomi dan Bisnis

Akses Modal hingga Rp100 Juta Kini Bebas Agunan Fisik

byDelima Napitupulu
13/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Bank tidak boleh meminta agunan tambahan seperti sertifikat tanah atau BPKB, bagi pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman hingga...

Read moreDetails
Limbah cair sawit (POME). Dok/Sawitkita.id

Limbah Sawit Jadi “Emas Hijau”, Pakar IPB Dorong Kurangi Ketergantungan Pupuk Impor

13/04/2026
Investasi emas. Harga jual kembali emas hari ini atau buyback emas hari ini. Emas Antam

Harga Emas di Awal Pekan 13 April 2026 Anjlok, Ini Rincian Lengkapnya

13/04/2026
konten ai youtube

Google Terancam Sanksi Lanjutan, Komdigi Beri Deadline 7 Hari untuk Patuhi PP Tunas

13/04/2026
Nampak cuaca Kota Bandar Lampung cerah berawan. Namun BMKG Provinsi Lampung tetap mengingatkan tetap waspada potensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Saat Pancaroba, Lampung dan Sejumlah Wilayah Harus Waspada

13/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.