IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 13/04/2026 16:56
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Kesehatan

Ini 5 Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Konsumsi Gula Berlebihan

Makanan tinggi gula tambahan dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin sehingga meningkatkan energi.

Ricky MarlyMedcombyRicky MarlyandMedcom
01/02/25 - 00:29
in Kesehatan
A A
Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berhenti Mengonsumsi Gula

(dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Para ahli percaya bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan adalah salah satu dari penyebab obesitas selain faktor genetik, aktivitas fisik, dan status ekonomi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan batas konsumsi gula per orang yaitu 50 gram (4 sendok makan) per hari. Artinya, jika lebih dari itu, kandungan gula dalam tubuh akan memicu sejumlah penyakit.

Mengutip laman dinkes, Kasubdit Bina Konsumsi Makanan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes, Pudjo Hartono, menuturkan, gula merupakan salah satu sumber energi bagi manusia.

Baca Juga:

Pentingnya Menghindari Makanan Tinggi Gula untuk Kesehatan Jantung

“Jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2,” ujarnya.

Bukan hanya memicu dua penyakit itu, terdapat lima alasan lain mengapa kita tidak boleh mengonsumsi gula secara berlebihan, yakni:

1. Menambah berat badan

Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan orang memiliki terlalu banyak kalori yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Seperti yang kita ketahui, kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan diabetes tipe 2.

2. Memicu jerawat

Sering mengonsumsi makanan olahan, termasuk makanan dan minuman manis, telah terbukti dapat memicu risiko terkena jerawat.

Makanan dengan indeks glikemik lebih tinggi, seperti makanan manis olahan, meningkatkan gula darah lebih cepat dari pada makanan dengan indeks glikemik lebih rendah.

3. Menguras energi

Makanan tinggi gula tambahan dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin, sehingga meningkatkan energi. Namun kenaikan tingkat energi ini hanya terjadi sebentar saja.

Perubahan gula darah yang konstan dapat menyebabkan fluktuasi besar pada tingkat energi. Sebuah meta-analisis yang meneliti pengaruh gula terhadap suasana hati menemukan bahwa konsumsi karbohidrat, terutama gula, menurunkan kewaspadaan dalam 60 menit setelah konsumsi, dan meningkatkan kelelahan dalam 30 menit setelah konsumsi.

Untuk menghindari siklus yang menguras energi ini, pilihlah sumber karbohidrat yang rendah gula tambahan dan kaya serat. Misalnya, makan apel bersama segenggam kecil almond adalah camilan yang baik untuk meningkatkan tingkat energi yang konsisten dan berkepanjangan.

4. Sulit tidur

Sebuah ulasan ilmiah dari American journal of lifestyle medicine (2019) menyelidiki hubungan antara asupan berlebihan beberapa jenis gula tambahan dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa.

Penelitian terhadap 300 mahasiswa ini menunjukkan kualitas tidur yang buruk bisa karena kebanyakan konsumsi gula tambahan.

Siklus tidur dan kualitas tidur kita berdasarkan adanya cahaya, suhu ruangan, dan kontrol kadar gula dalam darah. Artinya, kebanyakan mengonsumsi gula tambahan berisiko mengacaukan siklus tidur dan kualitas tidur.

5. Suasana hati memburuk

Mengutip dari Hello Sehat, sebuah penelitian dalam Scientific reports (2017) menunjukkan bahwa mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.

Makanan atau camilan tinggi gula tanpa protein dan lemak dengan cepat meningkatkan gula darah. Pasalnya, saat tubuh menggunakan asupan ini, tingkat energi tubuh cepat menurun. Hal ini bisa membuat lesu, tanpa kita sadari kita pun jadi mudah tersinggung.

Ikuti informasi terkait kesehatan lainnya dengan membuka di pafiluwuk.org

Tags: alasanBerlebihandiabetesEnergiheadlineKemenkes
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Ketua IDI Bandar Lampung Ingatkan Ancaman ISPA Mengintai

Ketua IDI Bandar Lampung Ingatkan Ancaman ISPA Mengintai

byWandi Barboyand1 others
12/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Memburuknya kualitas udara terutama di perkotaan menandakan ancaman penyakit saluran pernapasan yang semakin nyata.   Ketua Ikatan...

Dinkes Lampung Perkuat Peran Puskesmas Waspadai Kasus ISPA dan Influenza

Dinkes Lampung Perkuat Peran Puskesmas Waspadai Kasus ISPA dan Influenza

byWandi Barboyand1 others
12/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung terus memperkuat peran puskesmas di berbagai wilayah sebagai langkah strategis untuk mengendalikan...

Jihan Nurlela Gencarkan Promosi Kesehatan Cegah ISPA saat Kemarau

Jihan Nurlela Gencarkan Promosi Kesehatan Cegah ISPA saat Kemarau

byWandi Barboyand1 others
12/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan pentingnya langkah preventif dengan memperkuat promosi kesehatan guna menekan penyebaran Infeksi...

Berita Terbaru

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menyampaikan arahan saat Konsinyering DPW PSI di Jakarta, Minggu, 12 April 2026. Dok PSI
Bandar Lampung

PSI Target Pembentukan Struktur Partai di 2.654 Desa

byNurand1 others
13/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Lampung bergerak cepat memasang target pembentukan struktur...

Read moreDetails
Ketua DPW PSI Provinsi Lampung, Achmad Ridho Julian foto bersama Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Dok PSI

Kaesang Pangarep Dijadwalkan Sapa Kader PSI Lampung Pekan Ini

13/04/2026
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menyampaikan arahan saat Konsinyering DPW PSI di Jakarta, Minggu, 12 April 2026. Dok PSI

PSI Panaskan Mesin Partai

13/04/2026
vivo y31d pro

Vivo Y31d Pro: HP Baterai 7000mAh yang Siap Dipakai Seharian

13/04/2026
Program Mangrove PLN UID Lampung Raih Platinum di Nusantara CSR Awards 2026

Program Mangrove PLN UID Lampung Raih Platinum di Nusantara CSR Awards 2026

13/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

 

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.