Jakarta (Lampost.co) — Menurut sebuah studi terbaru, obat penurun berat badan dan diabetes yang mengandung semaglutide dapat membantu perokok untuk berhenti merokok.
Mengutip dari Medical Daily, Kamis, 1 Agustus 2024. Peneliti menemukan hal menarik ini usai memeriksa catatan medis lebih dari 200 ribu pengguna baru obat antidiabetes. Termasuk sekitar 6 ribu orang yang memulai penggunaan obat semaglutide seperti Ozempic dan Wegovy.
Selama studi, peneliti menyelidiki apakah individu dengan gangguan penggunaan tembakau yang menggunakan salah satu obat antidiabetes ini mendapatkan resep untuk penghentian merokok.
Baca Juga:
Asap Rokok Bisa Berdampak pada Kesehatan Kulit Anak
Setelah tindak lanjut selama satu tahun. Peneliti mencatat penurunan baik dalam jumlah resep obat maupun rujukan konseling pada mereka yang menggunakan obat semaglutide.
Hasil yang terpublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa efek penghentian merokok paling kuat dalam 30 hari pertama setelah memulai semaglutide. Namun efek ini terus berlanjut selama sekitar 180 hari sebelum stabil.
Signifikan
Meskipun studi ini bersifat observasional dan tidak melacak faktor seperti penggunaan tembakau aktual, keinginan atau penghentian merokok, para peneliti menganggap temuan mereka signifikan. Mereka menunjukkan bahwa merokok tetap menjadi penyebab utama penyakit dan kematian yang bisa kita cegah. Setiap kemajuan menuju pencegahan yang efektif merupakan langkah maju yang penuh harapan.
Namun para peneliti memperingatkan bahwa temuan mereka terlalu awal untuk menyarankan penggunaan obat semaglutide untuk penghentian merokok. Penelitian lebih lanjut perlu untuk memperkirakan efek semaglutide dalam pengobatan gangguan penggunaan tembakau.
Studi ini belum mengevaluasi mekanisme pasti bagaimana semaglutide membantu mengurangi merokok. Namun studi sebelumnya menunjukkan bahwa ini berhubungan dengan efek obat pada sistem penghargaan di otak.
Studi terbaru di jurnal Nature Communications telah menemukan hubungan antara penggunaan obat semaglutide dan pengurangan gangguan penggunaan alkohol. Studi tersebut menunjukkan penurunan risiko sekitar 50-56 persen untuk insiden dan kekambuhan gangguan penggunaan alkohol pada pengguna semaglutide selama tindak lanjut 12 bulan.