Bandar Lampung (lampost.co)–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung menunjukkan progres luar biasa dengan mengaktifkan 712 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, ratusan dapur tersebut telah melayani masyarakat secara serentak di 15 kabupaten dan kota di Bumi Ruwa Jurai.
Ketua Pelaksana Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengungkapkan bahwa angka ini telah mencapai 90 persen dari total target operasional. Pemerintah menargetkan sebanyak 798 unit dapur akan beroperasi penuh guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Saat ini sudah 90 persen yang aktif. Kami akan menambah lagi operasional dapur di daerah 3T sebanyak 80 unit,” ujar Saipul di Bandar Lampung, baru-baru ini.
Operasional 712 dapur ini terbukti membawa dampak ekonomi yang masif, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Saipul memaparkan bahwa satu unit dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 47 orang warga sekitar.
Berdasarkan perhitungan tersebut, program ini telah membuka lapangan kerja bagi sedikitnya 30 ribu orang di Lampung. Angka penyerapan ini menjadi angin segar bagi penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Manfaat dapur ini sangat besar. Selain memenuhi gizi anak dan ibu hamil, kami juga menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru,” ucapnya.
Pertanian Lokal
Selain tenaga kerja, keberadaan dapur SPPG turut menghidupkan sektor pertanian lokal. Hal ini karena setiap unit dapur membutuhkan pasokan bahan baku segar dalam jumlah besar setiap harinya.
Oleh karena itu, Satgas MBG berupaya agar seluruh kebutuhan pangan tersebut diambil langsung dari petani di wilayah setempat. Pola ini bertujuan agar perputaran ekonomi desa terus bergerak melalui penyerapan pangan lokal secara berkelanjutan.
Pemerintah berharap sinergi antara pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampung secara menyeluruh. (ANT)








