Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengalokasikan anggaran Rp143,7 miliar untuk membangun infrastruktur jalan di Kabupaten Tulangbawang.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan hal itu dalam keterangan di Bandar Lampung, Rabu, 18 Maret 2026.
“Pada sektor infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp143,7 miliar. Adapun biaya itu untuk merekonstruksi dan memelihara tiga ruas jalan provinsi di Kabupaten Tulangbawang,” ujar Jihan.
Pemprov Lampung juga menambah anggaran Rp399,3 juta untuk menangani dua ruas jalan desa di kabupaten tersebut.
“Pembangunan infrastruktur jalan tersebut mampu meningkatkan konektivitas wilayah, menekan biaya distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Jihan menjelaskan Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan Kabupaten Tulangbawang sebagai bagian dari koridor wilayah II dan mengarahkan wilayah tersebut menjadi pusat agroindustri serta pariwisata budaya.
Pemprov Lampung juga menyiapkan sejumlah program prioritas, seperti membangun infrastruktur jalan, mengembangkan terminal, membangun pelabuhan perikanan, serta memperkuat ekonomi berbasis konsep blue economy dan green economy.
“Dalam arah kebijakan pembangunan 2027, Pemerintah Provinsi Lampung mengusung tema ‘Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Penguatan Produktivitas, Investasi, dan Industri Berbasis Potensi Daerah’. Tema tersebut mampu mendorong penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, serta pariwisata, dan infrastruktur harus tersedia,” ujar Jihan.
Ia juga menegaskan pembangunan infrastruktur berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, memperluas akses ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga.
“Selain infrastruktur, pemerintah provinsi juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui program Desaku Maju. Program ini merancang upaya membangun ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya.
Beragam Dukungan
Melalui program tersebut, Pemprov Lampung mengalokasikan berbagai dukungan pada 2026. Adapun contohnya menyediakan pupuk hayati cair senilai Rp11,6 miliar, mengadakan 82 unit mesin pengering komoditas senilai Rp27,36 miliar, serta melatih 528 warga desa melalui program vokasi dengan anggaran Rp6 miliar.
“Tidak hanya itu, pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan keuangan khusus kepada desa sebesar Rp10 juta per desa. Di Kabupaten Tulangbawang, sebanyak 147 desa menerima alokasi dengan total anggaran Rp1,47 miliar. Program Desaku Maju mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui penguatan koperasi dan BUMDes,” ujar Jihan. (ANT)






