Bandar Lampung (Lampost.co) — Penyeberangan melalui Selat Sunda menjadi langganan para pemudik dalam melakukan mobilitasnya tahunannya. Namun pemudik juga harus mewaspadai potensi cuaca buruk selama periode mudik Lebaran 2026. Oleh sebab itu ASPD juga melakukan beberapa antisipasi dan skema.
“Dalam mengantisipasi kondisi cuaca, ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan update prakiraan cuaca secara berkala. Informasi tersebut juga tersampaikan melalui grup komunikasi para nakhoda lintas Selat Sunda agar dapat menjadi acuan dalam operasional pelayaran,” kata Manager PT. ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, Senin, 16 Maret 2026.
Kemudian untuk mengurai penumpukan kendaraan, ada skema pelaksanaan buffer zone di sejumlah tempat istirahat dan pelayanan (TIP) pada ruas jalan tol menuju pelabuhan penyeberangan. Langkah ini untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah.
Skema tersebut diterapkan di sejumlah rest area pada ruas Tol Tangerang–Merak dan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar yang akan difungsikan sebagai tempat penampungan sementara kendaraan pemudik sebelum memasuki kawasan pelabuhan.
Langkah ini untuk mengurai potensi penumpukan kendaraan di kawasan Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni yang menjadi simpul utama mobilitas masyarakat antara Pulau Jawa dan Sumatera selama musim mudik.
Skema ini melalui koordinasi dengan operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry serta Korlantas Polri dalam pengaturan lalu lintas menuju pelabuhan.
Di Provinsi Lampung, BUJT PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll pada ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar menyiapkan sejumlah TIP prioritas. Seperti TIP KM 24, KM 49, KM 67, dan KM 87 di Jalur B sebagai buffer zone bagi kendaraan yang akan menuju Pelabuhan Bakauheni.
Pengaturan ini merupakan bagian dari strategi manajemen lalu lintas terpadu selama periode mudik Lebaran. Masyarakat perlu memantau informasi lalu lintas terkini dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Serta memanfaatkan fasilitas rest area secara tertib agar perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.
Mobilitas Angkutan Lebaran
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 15 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H-6, tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 131 trip.
Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-6 mencapai 46.641 orang atau naik 14,9% dari pada realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 39.708 orang.
Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-6 mencapai 877 unit atau naik 62,7% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 539 unit.
Kendaraan roda empat mencapai 5.210 unit atau naik 15,4% dari pada realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.514 unit.
Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 2.374 unit atau naik 13,4% dari pada realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.094 unit.
Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 631 unit atau naik 5,2% dari pada realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 600 unit.
Total seluruh kendaraan tercatat 9.092 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-6 atau naik 17,4% dari pada realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 7.747 unit.
Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H-6 tercatat 183.820 orang atau turun 1,2% dari pada realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 186.134 orang.
Kemudian untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 40.870 unit atau naik 4,6% dari pada realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 39.077 unit.








