Bandar Lampung (Lampost.co)—-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung menyiapkan alat berat atau Disaster Relief Unit (DRU) untuk mengantisipasi terhambatnya mobilitas masyarakat menjelang Angkutan Lebaran 2026 di 39 titik rawan longsor di ruas jalan nasional.
“Jadi terkait dengan persiapan untuk jalur mudik Lebaran 2026. Kami harus melihat kondisi yang ada di lapangan. Untuk ruas-ruas yang rawan longsor ternyata berdasarkan pemetaan ada 39 titik ruas yang masuk jalan nasional,” ujar Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung M Ali Duhari di Bandar Lampung, Jumat,6 Maret 2026.
Ia mengatakan untuk di unit kerja atau pejabat pembuat komitmen (PPK) dengan titik rawan berpotensi longsor terbanyak ada di PPK 2.1 di ruas Kota Agung-Bengkunat dengan 18 titik. Kemudian PPK 2.3 di sepanjang ruas Lintas Barat dengan jumlah titik rawan longsor 16 titik.
Baca juga: ASDP Terapkan Tarif Tunggal Merak–Bakauheni Selama Angkutan Lebaran
“Kami sudah menyiapkan alat-alat Disaster Relief Unit di sekitar lokasi. Jadi apabila terjadi longsor, langsung turunkan alat berat tersebut. Kalau longsornya menimbulkan timbunan yang menutup badan jalan, langsung bisa kita bersihkan,” katanya.
Ia menjelaskan alat Disaster Relief Unit tersebut terdiri dari delapan unit dump truck, tujuh unit excavator. Lalu tiga unit pick up, dua unit baby roller, satu unit motor grader, satu unit tandem roller.
“Walaupun mungkin alat yang kita siapkan terlihat sedikit, kami juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Apabila terjadi kejadian longsor atau bencana. Meminta bantuan untuk suplai alat dan material, jadi dengan instansi lainnya juga kita koordinasi,” tambahnya.
Titik Rawan Bencana Longsor
Perlu di ketahui sejumlah ruas yang menjadi titik rawan bencana longsor yakni ada di Simpang Tanjung Karang-Kilometer 10 ada satu titik yang sering terjadi longsor di lereng dan bahu jalan. Ruas Balimbing, Kotaagung Timur ada dua titik sering terjadi longsor karena lokasi jalan banyak tebing di sekitarnya.
Kemudian di ruas Kota Agung-Bengkunat ada 18 titik rawan longsor akibat adanya tebing dan jurang alami di sisi jalan. Ruas Lemong Lintas Barat ada tiga titik rawan longsor, ruas Kota Liwa-Simpang Gunung Kemala satu titik rawan longsor. Lintas Barat-Karya Penggawa satu titik rawan.
Ruas Krui-Liwa, Way Krui ada dua titik rawan longsor, Ruas Kota Liwa-Simpang Gunung Kemala ada empat titik rawan longsor, ruas Krui-Liwa. Balik Bukit ada dua titik rawan longsor, ruas Padang Tambak-Batas Kota Liwa satu titik rawan longsor. Serta ruas Bukit Kemuning dua titik rawan longsor akibat kondisi jalan berdekatan dengan lereng.








